Jumat, 13 Mei 2016

Senin, 09 Mei 2016

Lagu Islami Anak-Anak


1. AMAL APA

( Lagu : Sedang apa )

Amal apa. Amal apa, yang disukai Allah
Bersholatlah, bersholatlah, tepat pada waktunya
Apa lagi, apa lagi, yang disukai Allah
Berbaktilah, berbaktilah pada ibu dan ayah
Apa lagi, apa lagi yang disukai Allah
Sholawatlah, sholawatlah pada Nabi Muhammad
Apa lagi, apa lagi yang disukai Allah
Berjuanglah, berjuanglah, berjuang di jalan Allah

2. MARI-MARILAH SHOLAT

( Lagu : Naik-naik ke puncak )

Sayang-sayang adikku sayang
Mari-marilah sholat
Satu hari lima kali sujud pada Illahi
Satu hari lima kali sujud pada Illahi
Mari-mari, marilah sholat
Lima kali sehari
Subuh Dhuhur Asar Maghrib
Isya’ kembali ke Shubuh lagi
Subuh Dhuhur Asar Maghrib
Isya’ kembali ke Shubuh lagi
3. IKRAR KITA

(Lagu : Bintang Kecil )

Tuhan kita, Allahu Ar Rohim
Nabi kita, Muhammad Al Amin
Kitab kita, Al Qur’anul Karim
Teman kita, sesama muslimin

4. SANTRI KECIL

(Lagu : Bintang Kecil )

Santri kecil di masjid yang indah
Bawa Qur’an dan bawa sajadah
Rajin ngaji dan rajin ngibadah
Pakai peci dan busana muslimah
Santri kecil TPA MTA
Bawa Qiro’aty dan AL Qur’an
Rajin sholat dan rajin mengaji
Sayang kawan tak suka bermusuhan

5. AGAMAKU ISLAM

( Lagu : Topi saya bundar )

Agamaku Islam, Islam agamaku
Kalau bukan Islam, bukan agamaku
Tuhan saya Allah, Allah Tuhan saya
Kalau bukan Allah, bukan Tuhan saya
Tuhan saya satu, satu Tuhan saya
Kalau tidak satu, bukan Tuhan saya
6. RUKUN ISLAM

( Lagu : Balonku ada lima )

Rukun Islam yang lima
Syahadat, sholat, puasa
Zakat untuk si papa
haji bagi yang kuasa
Siapa yang tak sholat ( nar ….. )
Siapa yang belum zakat
Kan rugi di akhirat
Allah pasti melaknat
7. ALLAH MAHA ESA

( Lagu : Balonku ada lima )

Allah yang Maha Esa
Pemurah dan Pencipta
Tempat hamaba meminta
Memuji dan berdoa
Beriman dan berakal
Untuk bekal hidupku
Ikhtiyar dan tawakal
Itulah usahaku

8. TUHAN HANYA SATU

( Lagu : Balonku ada lima )

Tuhanku hanya satu

Tiada bersekutu

Dia tidak berputra

Tidak pula berbapa

Siapa bilang tiga door !

Itu musyrik namanya

Orang seperti dia

Nerakalah tempatnya

9. SHOLAT DAN ZAKAT

( Lagu : Panjang umurnya )

Sholat bersama, sholat bersama
Sholat bersama lebih mulia
Lebih mulia, lebih mulia
Membayar zakat, membayar zakat
Membayar zakat juga utama
Juga utama, juga utama
Rajin mengaji, rajin mengaji
Rajin mengaji juga mulia
Juga utama, juga utama

10. MARI MENGAJI

( Lagu : Naik delman )

Tiap sore hari ku rajin dating mengaji
Dengan kawan-kawan, tuk jadi anak terpuji
Di samping mengaji, diajar pula menyanyi
Agar hati ini selalu dekat Illahi
Yo kawan-kawan, marilah kita mengaji
Yo kawan-kawan, marolah kita mengaji
11. ALLAH MAHA ESA

( Lagu : Burung kakak tua )

Allah Maha Esa, Allah Maha Kaya
Allah Maha Sayang, Allah Maha Kuasa
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah Maha Besar
Allah Maha Besar, Allah Maha Kekal
Allah Maha Esa, Allah yang sempurna
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah Maha Besar
12. SANTRI TPA

( Lagu : Warung pojok )

Hijau muda seragamnya ( menawan )
Pakai jilbab di kepala ( cantiknya )
Qiro’aty bawaannya
Cinta Al Qur’an orangnya
Aduh gantengnya, aduh cantiknya
Aduh anggunnya, baik budi pekertinya
13. MARI SHOLAT

( Lagu : Gelang sipatu gelang )

Sholat, marilah sholat
Mari sholat bersama-sama
Barang siapa yang tidak sholat
Yang tidak sholat mendapat siksa

14. CARA WUDLU

( Lagu : Naik-naik ke puncak )

Mari kawan kita belajar
Cara wudlu yang benar
Yang pertama baca basmalah
Dua basuh telapak tangan
Yang ketiga berkumur-kumur
Sambil membasuh lubang hidung
Yang keempat membasuh muka
Lalu membasuh tangan
Dahulukan tangan yang kanan
Baru tangan yang kiri
Usap kepala langsung telinga
Cukup sekali saja
Yang kelima membasuh kaki
Hingga ke mata kaki
Dahulukan kaki yang kanan
Baru kaki yang kiri
Jangan lupakan baca syahadat
Agar wudlu sempurna

15. JALAN MASUK SYURGA

( Lagu : Satu-satu )

Satu-satu aku cinta Allah
Dua-dua cinta Rasulullah
Tiga-tiga cinta orang tua

Satu, dua, tiga jalan masuk syurga

16. RUKUN IMAN

( Lagu : Satu-satu )

Rukun iman enam perkara
Yang pertama iman kepada Allah
Yang kedua Malaikat-Nya
Yang ketiga Rasul-rasul-Nya
Yang keempat Kitab-kitab-Nya
Yang kelima hari Qiamat
Yang keenam Qodho dan Qodhar
Semua datang dari Allah 2X
17. 25 RASUL

( Lagu : Sorak-sorak bergembira )

Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh
Ibrahim, Luth, Ismail
Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub
Syu’aib, Harun, Musa
Dzulkifli, Daud, Sulaiman
Ilyas, Ilyasa, Yunus
Zakaria, Yahya, Isa
Muhammad Nabi kita

18. KITAB AL QURAN

(Lagu : Layang-layang )

Ku ambil kita Al Qur’an
Ku baca dan kuartikan
Ku simak dan ku renungkan dengan tenang
Ku jadikan pedoman
Berlatih berlatih
Berlatih membaca Al Qur’an
Berlatih dan ku ajak kawan-kawan
Hati gembira dan senang

19. MUHAMMAD RASULULLAH

( Lagu : Apuse )

Muhammad Rasulullah
Penutup Nabi dan Rasul
Sebagai rahmad bagi alam raya
Muhammad Rasulullah
Pemimpin di akhir zaman
Sholawat serta salam kami untukmu
Ya Muhammad, Rasulullah
Ya Muhammad, hamba Allah
Muhammad Rasulullah
Teladan bagi ummatnya
Al Qur’an firman Allah pedomannya
Muhammad Rasulullah
Jasamu amatlah besar
Mari kita teruskan ajarannya

20. RUKUN ISLAM

( Lagu : Siapa suka hati )

Katakan rukun Islam yang pertama ( Syahadat )
Katakan rukun Islam yang kedua ( Sholat )
Ketiganya puasa, keempat membayar zakat
Kelima pergi haji naik pesawat wus… wus…
21. DISINI ISLAM DISANA ISLAM

( Lagu : Disini senang di sana senang )

Disini Islam disana Islam
Dimanapun aku tetap Islam
Sekarang Islam, besokpun Islam
Sampai matipun ku tetap Islam
Dimanapun tetap Islam, Islam jaya dimanapun
Tetap Islam, Islam jaya dimanapun

22. I Q R O

( Lagu : Disini senang di sana senang )

Disini Iqro’ disana Iqro’
Dimana-mana bacalah Iqro’
Di sekolah baca, di rumah baca
Di mana-mana bacalah Iqro’
خَ حَ جَ ثَ تَ بَ اَ

صَ شَ سَ زَ رَ ذَ دَ
قَ فَ غَ عَ ظَ طَ ضَ
يَ ءَ هَ وَ نَ مَ لَ كَ
23. SANTRI KECIL

( Lagu : Pelangi koes plus )

Kulihat santri kecil di sore hari
Ia rajin mengaji sambil bernyanyi
Santri kecil-santri kecil
Rajin-rajinlah mengaji
Mengabdi pada Illahi
Untuk bekal hari nanti
24. SUARA ADZAN

(Lagu : Kring-kring-kring ada sepeda)

Terdengar suara adzan,
Tanda panggilan sholat
Tundalah kegiatan,
Marilah beribadat
Dengar seruan qomat,
Sholatkan dimulai
Khusyu’ waktu ibadah
Ikhlas di dalam hati

25. AL QURAN

(Lagu : Soleram)

Al Qur’an, Al Qur’an
Al Qur’an firman Tuhan
Kitab suci menjadi pedoman kawan
Pelajari serta diamalkan
Kitab suci menjadi pedoman kawan
Pelajari serta diamalkan

26. MARI KITA SHOLAT

( Lagu : Matahari terbenam )

Ayo kawan semua, mari kita sholat
Tinggalkan permainan, kerjakan ibadah
Ayo … ayo…. ayo mari kita sholat
Ayo … ayo … ayo kerjakan ibadah

27. PERGI MENGAJI

( Lagu : Matahari terbenam )

Menjelang sore hari, ku pergi mengaji
Kubawa Qiro’aty, dengan senang hati
Ayo…ayo… ayo kita mengaji
Ayo…ayo… ayo kita mengaji

28. LIHAT AKU

( Lagu : Lihat kebunku )

Lihatlah aku anak yang pintar
Riang selalu dan rajin belajar
Setiap hari ku ngaji Qur’an
Bersama teman
Di TPA MTA

29. WAKTU DAN REKAAT SHOLAT

(Lagu : Bangun tidur)

Sholat Shubuh di pagi hari
Sholat Dhuhur di siang hari
Sholat Asar di sore hari
Maghrib, Isya’ di malam hari
Sholat Subuh dua rekaat
Dhuhur ‘Asar empat rekaat
Sholat Maghrib tiga rekaat
Sholat Isya’ empat rekaat
30. MENGAJI AL QUR AN

(Lagu : Heli anjing kecil)

Mari mengaji Al Qur’an
Dengan ustadz ustadah
Ikuti dan perhatikan
Jangan banyak bercanda
Ingat, Hei teman
Hormati Al Qur’an
Ayo, hei teman
Kita mengamalkan
31. AKU ANAK ISLAM

(Lagu : Aku anak sehat)

Aku anak Islam rajin sembahyang
Karena bimbingan ibu tersayang
Semenjak aku kecil, slalu ikut mengaji
Sehingga mengerti ajaran Ilahi
Senang hati ibu melihat aku
Tak lupa mengaji setiap waktu
Bila aku belajar ibu slalu ihtiar
Membimbingku belajar jadi anak yang pintar

32. MASUK PENGAJIAN

(Lagu : Lagi bilaman)

Ayo, kawan-kawan kita bergandeng tangan
Besama-sama masuk ke pengajian
Ayo, ayo , ayo
Ayo, ayo, ayo
Bawa Qiro’aty dan Al Qur’an
Jangan sampai ketinggalan
Duduk tertib mendengarkan

33. CINTA ISLAM

( Lagu : Desaku)

Islamku yang kucinta
Kujaga selalu
Membuat ku bahagia
Dan ingin menyatu
Tak akan kulupakan
Tak akan bercerai
Selalu kudambakan
Islamku yang damai
34. NGAJI SAMA-SAMA

( Lagu : Cublak-cublak suweng )

Ngaji sama-sama, yang ramai tidak bisa
Yang ngantuk tidak dengar, yang nganggu tak disuka
Bismillah ayo ngaji, bismillah ayo ngaji
Ayo-ayo ngaji, ngajine sing tenanan
Ora pareng gojegan
Lungguhe anteng-antengan
Sing rame kancane syetan
Bismillah ayo ngaji, bismillah ayo ngaji

35. SIAPA TAHU

( Lagu :Nama-nama rasa )

Siapa tahu nama Tuhan kita
Allah Allah Allah Azawajala
Siapa tahu nama Nabi kita
Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam
Cobalah katakan apa kitab kita
Alqur’an namanya
Sesama muslim itu teman kita
Kalau musuh kita adalah setan

36. MENUNTUT ILMU

( Lagu : Bebek-bebekku )

Teman-temanku, mari-kemari
Ikutlah aku menuntut ilmu
Disana kita ngaji bersama
Tuk bekal hidup nanti diakhiratnya
Yo ikut, yo ikut ngaji bersama
Belajar Al Qur’an dengan gembira
37. ARTI TPA DAN MTA

(Lagu : Apa guna keluh kesah)

Apa artinya TPA
Apa artinya TPA
Taman Pendidikan Al-Qur’an
Itu artinya TPA
Apa artinya MTA
Apa artinya MTA
Itu Majlis Tafsir Al-Qur’an
Itu artinya MTA

38. ALLAH TUJUAN KITA

(Lagu : Semut-semut kecil)

+ Wahai santri-santri
Ustadz mau tanya
Siapa Tuhanmu, siapa Nabimu, dan apa kitabmu ?
= Ustadz baik hati
Kami kan menjawab
Allah Tuhanku, Muhammad Nabiku, Al Qur’an kitabku
Alhamdulillah kalian tahu
Alhamdulillah kalo begitu
+ Wahai santri-santri
Ustadz tanya lagi
Siapa temanmu, siapa musuhmu, harus bagaimana ?
= Ustadz baik hati
Kami kan menjawab
Muslim temanku, Syetan musuhku wajib dijauhi
Allah ta’ala tujuan kita
Nabi Muhammad teladan kita
Al Qur’an karim, pedoman kita
Iman dan taqwa bekal utama
La la la la la la la la la 2x
La la la la la la la la la 2x

39. MASYITHOH

Wahai Masyithoh putrid Islam yang mulia
Imannya teguh pada Allah Taala
Fir’aun tahu serta marah kepadanya
Lalu disiksa dengan kejam tak terkira
Masyithoh sholeh diberi hukuman yang mengerikan
Tak gentar dengan rela hati
Allahu Akbar 2x

40. SATRI KECIL

Santri-santri kecil dari TPA MTA
Bawa Qiroaty juga bawa Al Qur’an
Bermain bernyanyi mengaji bersama
Berseragam indah bagai kupu-kupu syurga
41. SHOLAT WAJIB

Tak lupa tugasku setiap hari
Sembahyang wajibku yang lima kali
Shubuh Dhuhur ‘Ashar Maghrib dan Isya’
Tak mungkin aku lupakan slama-lamanya

42. SYAHADAT

Asyhadu alla illaha illa Allah
Waasyhadu anna Muhammadar rasulullah
Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah
Dan saya bersaksi Muhammad utusan Allah

43. CIPTAAN ALLAH

Bila kupandang langit dan bumi
Alam semesta ini
Semua ciptaan yang Esa
Ya ….. Allah
Firman-Mu bagai sinar yang terang
Menuju kebenaran
Jauhkan aku dari siksaan
Ya ….. Allah
Pengasih dan penyayang
Pada semua insane
Memuji selalu nama-Mu
Allah, Allah, Allah
44. ANGGOTA BADAN

Kita hafalkan bersama
Nama-nama anggota badan
Dalam bahasa Arab
Kepala rokshun, rambut sya’run
Kening jabkhotun, mata ‘ainun
Hidung anfun, telinga udzunun
Dada shodrun, leher unuqun
Famun mulut, shofkhotun bibir
Sinun gigi, lisanun lidah
Bagnun perut, rijlun kaki
Yadun tangan, ashobiun jari-jari
45. BULAN HIJRIAH

Mari kawan semua, kita menghafalkan
Dua belas nama bulan dalam tahun Hijriayah
Satu Muharrom, kedua Shafar
Taga Robiul awal, empat Rabiul tsani
Lima Jumadil ula, enam Jumadil tsaniyah
Ketujuh bulan rojab, delapan bulan Sya’ban
Sembilan Romadhon, sepuluh bulan Syawal
Sebelas Dzulqoidah, Duabelas Dzulhijah
46. ALHAMDULILLAH PUNYA MATA

Alhamdulillah, alhamdulillah
Aku punya mata
Mataku indah mataku bersih
Oh Alhamdulillah
Dapat kulihat dapat kupandang
Pemandangan indah
Aku bersyukur Alhamdulillah
Terimakasih Allah

47. 10 MALAIKAT ALLAH

10 Malaikat Allah
Jibril pembawa wahyu
Mikail pembagi rizqi
Isrofil peniup sangka kala
Izroil pencabut nyawa
Munkar dan Nakir penanya di kubur
Rqib dan Atid pencatat amal
Malik penjaga di Neraka
Ridwan penunggu Syurga
10 Malaikat Allah
48. ALLAH MAHA MELIHAT

Allah Maha Melihat hat … hat…
Semua perilakumu mu… mu…
Allah Maha Mendengar ngar…ngar…
Semua perkataanmu mu…mu…
Ayo kita waspada da…da…
Jangat berbuat dosa sa…sa…
Ingat ingat selalu lu…lu…
Allah mengawasimu mu…mu…
49. RUKUN ISLAM DAN IMAN

Rukun Islam ada lima
Pertama ucap dua kalimat syahadat
Keduanya sholat ketiga berpuasa
Keempat zakat kelima naik haji
Rukun Iman ada enam
Percaya Allah, percaya pada malaikat
Percaya Kitab Allah serta Nabi dan Rasul
Percaya kiamat qodho dan qodar
Rukun Islam harus dikerjakan
Rukun Iman diyakini
50. I PI YA

Ipiyaa ya ya ipiye
Aku dadi cah Islam wae
Yen awan tak pikerke
Yen wengi tak impekke
Imanku san soyo kuwate
Ayo konco ayo konco
Iki wis arep sasi poso
Mulo padha nindhakno
Iku sifat satriyo
Bedho karo sifate buto
51. BELAJAR NGAJI

Saya ingin belajar Bu
Belajar di TPA
Perlu cari ilmu Bu
Ilmu yang berguna
Blajar mengkaji Qur’an Bu
Ilmu yang sempurna
Besok untuk bekal Bu
Kecil sampai tua
Sungguh Qur’an itu Bu
Petunjuk manusia
Agar bahagia Bu
Dunia akhiratnya
52. SHOLAT

Sholat iku penggawe mulyo
Laku gampang ora rekoso
Lan ngilangake laku kang nistha
Mumpung isih pada ana ndonya
Tindake Nabi wajib den turut
Nyembah Allah kelawan sujud
Lan nindakake laku kang becik
Ngedohi laku alo lan musyrik
53. MESEMMA

Mesemmaaa……..
Yen ora bisa kandha
Mesemmaaa……..
Yen ora pati cetha
Mesemmaaa……..
Nadyan atimu rada gelo
Mesemmaaa……..
Ngiras kanggo tamba
Mesemmaaa……..

54. BOCAH CILIK

Bocah cilik-cilik
Lungguh tharik-tharik
Sandangane resik
Tumindake becik
Allah Pangeranku
Muhamamd Nabiku
Islam agamaku
Al Qur’an kitabku

55. DOA IBU

Sejak kecil kudiasuh
Oleh ayah dan ibu
Tak pernah dia mengeluh
Malam kudijaga
Pesan dari ibu guru
Kuingat selalu
Do’akanlah orang tua
Biar masuk syurga
Oh Tuhan, oh Tuhanku
Dengarlah do’aku
Kasihinilah ayah dan ibu
Dan ampunilah dosanya

56. NABI YUNA

Nabiyuna Nabi Muhamamd
Ismu abi sayyid Abdullah
Ummuhu sayyidah Aminah
Wahyuwayyulladu bi Makkah
Yaumul Isnain qobla subhi
Syahrul April yaumul ‘Asyiri
Amun fiil maulidun Nabi
Khomsun mi’ah wahid wa sab’iin
Nabiku Nabi Muhammad
Ingkang romo sayyid Abdullah
Ingkang ibu Siti Aminah
Miyos dalem wonten ing Mekkah
Dino Senen ing wayah subuh
Sasi April tanggal rong puluh
Tahun Fill miyose Nabi
Limo pitu siji tahun Masehi

Minggu, 08 Mei 2016

Halal Haram MLM Paytren Ustad Yusuf Mansur

Saya ingin menjelaskan tentang halal haram MLM Paytren Ustad Yusuf Mansur, namun sebelumnya tonton videonya ya? Memang bukan wewenang saya menentukan halal dan haram, namun mari kita dengan hati terbuka untuk membaca penjelasan saya nanti. Setelah membacanya silahkan disimpulkan sendiri. Saya tidak hendak memaksa anda untuk menyimpulkan bahwa MLM paytren itu halal. Sama sekali tidak…

Simak beberapa video UYM tentang halal haram di link di bawah  ini,

Link VIDEO

Maksudnya saya tahu kegiatan2 apa saja yang ada di Paytren, dan saya mau katakan bahwa isinya positif semuanya. ASLI…

Pembahasan saya kali ini tidak akan mencatut dalil satupun, karena memang saya bukan ahlinya. Namun marilah kita baca dengan tulus kemudian menyimpulkan. Dan kesimpulan anda tentu saja terserah anda sendiri.. Hehe

Nah lalu ada pertanyaan tentang MLM

1. Produk dan Bonus

Anggota Multi Level Marketing sebenarnya tidak menginginkan produk namun kekayaan dan harta benda dalam bentuk bonus yang akan didapatkan dengan cepat dan melimpah dan dengan investasi yang murah

Jawab: Itu khan MLM lain, dipaytren tidak begitu. Justru produk menjadi sesuatu yang pokok dan dicari. Why kenapa? Karena kita sebagai agen Paytren menjual aplikasi yang sudah pasti dibutuhkan oleh semua orang yakni aplikasi pembayaran tagihan bulanan. Jadi daftar atau tidak daftar paytren maka anda wajib membayar tagihan bulanan. Nah paytren datang untuk mempermudah cara pembayaran tagihan bulanan sekaligus mendapatkan banyak benefit lainnya.

Kalau mau jadi pemakai atau user, silahkan jadi pemakai saja. Namun Paytren menawarkan anda semua menjadi agen pebisnis, yakni menjual kembali aplikasi paytren. Kompensasi dari penjualan tersebut ada dalam bentuk bonus dan komisi. Namun jangan dikira dengan ongkang2 kaki akan menerima kucuran bonus yang melimpah. Ngimpi kali…

Perlu usaha, action, strategi dan lain sebagainya

2. Mark Up Harga Produk

Harga produk sebenarnya tidak lebih dari 30% dari uang yang dibayarkan pada perusahaan MLM

Jawab: Itu khan MLM lain. Lagi pula mereka mau menjual berapa saja juga itu hak mereka, meskipun dalam beberapa kasus bisa berarti menzalimi pembeli karena harganya terlalu mahal. Misalnya obat herbal yang seharusnya harga 50.000 ketika masuk ke dunia MLM menjadi 200.000

Apakah anda punya motor? Tahukah anda bahwa sebenarnya harga motor itu tidak lebih dari 5 juta?. Lalu mengapa ketika motor tersebut dijual 15 juta cash, atau 20an juta nyicil anda tidak protes?. Jadi gini bos.. Harga motor termasuk juga bujet untuk marketing, iklan dll. Sekali saja iklan di TV ngabisin ratusan juta lho?.

Di dunia MLM biaya iklan itu dipotong dan diberikan kepada agen/ mitra. Karena agen/ mitra yang melakukan aktifitas marketing maka kemudian diberikan kompensasi berupa bonus dll.

Di paytren produk yang dijual adalah aplikasi pembayaran. Kemudian setiap mitra melakukan repeat order dalam bentuk deposit yang bisa digunakan untuk membeli pulsa, token, bayar PDAM dll. Pulsa 10.000 misalnya, tidak dijual 30.000 namun malah lebih murah dari konter. Selain lebih murah dapat unlimitted cashback juga. Masih mau ngomong kalau MLM Paytren menjual produk jauh diatas harga pasar?

3. Hanya Menguntungkan Upline

Yang daftar Awal dapat Untung, yang daftar terakhir dapat Buntung

Jawab: Yang daftar Awal dapat Untung, yang daftar terakhir dapat Buntung begitu kata mereka. Ini kata2 dari mana? Ngawur banget. Makanya kalau mau dapat untung rekrut mitra yang banyak? “Nanti kalau pendaftar terakhir nggak dapat apa-apa dong?”.

Sebenarnya bukan pendaftar terakhir nggak dapat apa-apa, namun anda saja yang malas menjalankan bisnisnya. Tidak ada istilah pendaftar terakhir karena prospek di Indonesian saja ada 200 juta orang lebih. Ada pendaftar terakhir bisnis MLM kalau sudah kiamat, sebab sudah tidak ada kelahiran lagi, ya nggak? Setiap bayi yang lahir itu adalah prospek.

Kita bicara Motor lagi… Apakah anda menyesal beli motor karena menguntungkan salesnya, financenya, operator pabriknya, menagernya, bosnya dan pemilik perusahaannya? Khan anda user tuh, sebagai pihak terakhir dalam sistem pemasaran dan sistem perusahaan. Apakah kemudian anda tidak jadi beli motor karena nanti bisa menguntungkan orang lain? Khan tidak begitu.

Sama saja dengan bisnis MLM misalnya. Anda punya aplikasinya, lalu apakah ketika tahu bahwa dengan memakai aplikasi paytren anda tidak jadi beli? Padahal jika membeli aplikasi ini keuntungan akan disebar lebih luas sehingga manfaatnya lebih luas juga. Kita ini kadang2 buodoh pol. Dibodoh-bodohi sistem kapitalis.

Anda beli motor jepang yang paling banyak untungnya ya JEPANG. Sadar nggak sih? Bahkan anda beli air mineral artinya anda kasih untung paling besar kepada Yahudi. Anda makan KFC demikian juga. Lalu kenapa anda tidak rela ketika membeli aplikasi paytren kemudian menggunakannya untuk membayar tagihan bulanan anda, karena akan menguntungkan saudara2 kita sebangsa dan setanah air?

Paytren produk anak bangsa lho? Ketika anda pakai aplikasi paytren artinya anda memberikan keuntungan yang jauh lebih luas kepada orang lain sebangsa dan setanah air. Dari kita untuk kita, bebas dari pembodohan kapitalis dan asing. Paham nggak ini?

4. Produk Hanya Kamuflase

Ada yang bilang produk bisnis MLM hanya kamuflase, karena yang dimainkan hanyalah duit. Produk cuman numpang nampang, aslinya money game

Jawab: Booosss… Tahu trend masa depan nggak? Kalau nggak tahu mending nggak usah ngomong. Justru saya angkat topi kepada Ustad Yusuf Mansur yang melihat peluang ini, yakni peluang bisnis transaksi. Ke depan PASTI terjadi pergeseran kebiasaan pembayaran dari loket kepada payment on hand. Ini sesuatu yang tidak bisa dihindari lagi.

Saya salut sama UYM karena cepat pasang bendera, sebelum kapitalis dan asing makin meraja lela. Sistem network yang dipakai oleh UYM justru brillian karena hendak membagi cashback transaksi kepada rakyat, sehingga manfaatnya kembali lagi kepada rakyat. Dan bisnis transaksi yang nilainya trilyunan ini juga dijalankan oleh BCA, Mandiri, Pos Pay dll. Jadi ketika anda memakai jasa mereka artinya anda memperkaya pemiliknya.. hehe. Paytren hendak mencuil sedikit demi sedikit keuntungan bisnis transaksi ini, dan membaginya dengan sistem network kepada komunitasnya masing2.

Di Paytren produk bukan kamuflase malahan utama dan pertama. Kalaupun ada di MLM lain yakni hanya menjadikan produk sebagai kamuflase ya sudah, itu urusan mereka.

5. Bisnis MLM itu Bisnis Nyari2 Orang

Apakah bisnis MLM itu bisnis nyari2 orang? Ya iyalah bos.. Bahkan semua bisnis di dunia ini mencari orang sebagai pembeli atau user, bukan nyari tokek… hehe

Kembali kepada kisah MOTOR. Motor itu dibuat oleh designer, dan dirangkai oleh operator sedemikian rupa sehingga menarik hati pemakai. Setelah tertarik lalu beli. Bagian sales atau marketing jalan ke sana kemari dengan berbagai strategi supaya motornya kebeli.

Tdk cuman motor namun semua produk yang dibuat oleh manusia ditujukan untuk manusia lainnya, bukan untuk JIN. :). Jadi kalau menjadi agen MLM Paytren tentu saja kudu cari mitra kesana-kemari. Jangan ngimpi ongkang2 kaki lalu dapat bonus jutaan.

6. MLM Hanya Menjual Impian

Ketika ada orang yang gabung dengan MLM dan membayar dengan harga tertentu, lalu tujuannya supaya mendapatkan uang yang lebih banyak itu haram, karena hanya menjual hasil yang belum jelas. Itu sama saja dengan menjual impian

Jawab: Kita membayar biaya tertentu, misalnya dibisnis paytren ditujukan untuk membeli lisensi. Atau bahasa lainnya membeli hak usaha, atau modal usaha. Harapannya bisnis kita jalan dengan baik dan memberikan keuntungan besar. Ini mah biasa aja… Ini logis banget.

Saya pernah bisnis Nasi Uduk tahun 2010 kalau tidak salah. Untuk membeli etalasenya saja kudu ngeluarin uang 6 juta lebih. Belum lagi alat-alatnya ada termos, piring, sendok, baki, sothel dll. Ini baru sarana dan prasarana. Belum tempat, belum bahan baku dll. Apakah cukup bisnis nasi uduk dengan modal 10 juta? Bisa jadi cukup bisa jadi tidak cukup.

Sayangnya keuntungan besar yang saya harapkan tidak terjadi alias bangkrut. Biasa aja gitu loh?

Sama saja dengan bisnis MLM Paytren, tentu saja ada modal awal yang kudu dikeluarkan. Cuman modalnya jauuuh lebih kecil daripada jualan nasi uduk. Masalah tabel bonus, reward, cashback dll itu khan itungan matematika. Kalau anda fokus, serius dan konsisten maka hitungan matematika itu bisa menjadi nyata. Karena hitung2an matematika tidak mungkin bohong, beda dengan kita.

Harapannya tabel bonus dll bisa kita raih. Ini khan harapan sebagaimana saya bisnis nasi uduk berharap laris manis. Kalau kemudian usaha kita gagal alias bangkrut itu hal yang biasa dalam bisnis. Jangan disikapi berlebihan..

“Itu khan menjual impian?” Menjual impian dari mana rumusnya? Jangan salahkan hitung2an matematika, namun salahkan anda yang hanya ongkang2 kaki namun berharap limpahan bonus, reward dll. Sampai bongkok juga nggak akan dapat. Makanya bangun dari mimpi anda dan action

Terus apa lagi ya??? udah itu aja dulu. Nulisnya ampe keringetan. Hehehe.. Jangan sampai ada yang mengatakan membaca tulisan saya ini RIBA ya? Karena saya yang kecapekan nulis, dan anda yang mendapatkan manfaatnya.. Hehe. Makanya jangan asal copas. Boleh copas namun jangan lupa linknya dicantumin..

Wallahu A’lam

sumber

Jumat, 29 April 2016

Awalan kata Sayyidina atau Maulana Muhammad

Sebagian orang membid’ahkan panggilan Sayyidinaa atau Maulana didepan nama Muhammad Rasulullah saw., dengan alasan bahwa Rasulullah saw. sendiri yang menganjurkan kepada kita tanpa mengagung-agungkan dimuka nama beliau saw. Memang golongan ini mudah sekali membid’ahkan sesuatu amalan tanpa melihat motif makna yang dimaksud Bid’ah itu apa. Mari kita rujuk ayat-ayat Ilahi dan hadits-hadits Rasulullah saw. yang berkaitan dengan kata-kata sayyid.

Syeikh Muhammad Sulaiman Faraj dalam risalahnya yang berjudul panjang yaitu Dala’ilul-Mahabbah Wa Ta’dzimul-Maqam Fis-Shalati Was-Salam ‘AN Sayyidil-Anam dengan tegas mengatakan: Menyebut nama Rasulullah saw. dengan tambahan kata Sayyidina (junjungan kita) didepannya merupakan suatu keharusan bagi setiap muslim yang mencintai beliau saw. Sebab kata tersebut menunjukkan kemuliaan martabat dan ketinggian kedudukan beliau. Allah SWT.memerintahkan ummat Islam supaya menjunjung tinggi martabat Rasulullah saw., menghormati dan memuliakan beliau, bahkan melarang kita memanggil atau menyebut nama beliau dengan cara sebagaimana kita menyebut nama orang diantara sesama kita. Larangan tersebut tidak berarti lain kecuali untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan Rasulullah saw. Allah SWT.berfirman :
“Janganlah kalian memanggil Rasul (Muhammad) seperti kalian memanggil sesama orang diantara kalian”. (QS.An-Nur : 63).
Dalam tafsirnya mengenai ayat diatas ini Ash-Shawi mengatakan: Makna ayat itu ialah janganlah kalian memanggil atau menyebut nama Rasulullah saw. cukup dengan nama beliau saja, seperti Hai Muhammad atau cukup dengan nama julukannya saja Hai Abul Qasim. Hendaklah kalian menyebut namanya atau memanggilnya dengan penuh hormat, dengan menyebut kemuliaan dan keagungannya. Demikianlah yang dimaksud oleh ayat tersebut diatas. Jadi, tidak patut bagi kita menyebut nama beliau saw.tanpa menunjukkan penghormatan dan pemuliaan kita kepada beliau saw., baik dikala beliau masih hidup didunia maupun setelah beliau kembali keharibaan Allah SWT. Yang sudah jelas ialah bahwa orang yang tidak mengindahkan ayat tersebut berarti tidak mengindahkan larangan Allah dalam Al-Qur’an. Sikap demikian bukanlah sikap orang beriman.

Menurut Ibnu Jarir, dalam menafsirkan ayat tersebut Qatadah mengatakan : Dengan ayat itu (An-Nur:63) Allah memerintahkan ummat Islam supaya memuliakan dan mengagungkan Rasulullah saw.

Dalam kitab Al-Iklil Fi Istinbathit-Tanzil Imam Suyuthi mengatakan: Dengan turunnya ayat tersebut Allah melarang ummat Islam menyebut beliau saw. atau memanggil beliau hanya dengan namanya, tetapi harus menyebut atau memanggil beliau dengan Ya Rasulullah atau Ya Nabiyullah. Menurut kenyataan sebutan atau panggilan demikian itu tetap berlaku, kendati beliau telah wafat.

Dalam kitab Fathul-Bari syarh Shahihil Bukhori juga terdapat penegasan seperti tersebut diatas, dengan tambahan keterangan sebuah riwayat berasal dari Ibnu ‘Abbas ra. yang diriwayatkan oleh Ad-Dhahhak, bahwa sebelum ayat tersebut turun kaum Muslimin memanggil Rasulullah saw. hanya dengan Hai Muhammad, Hai Ahmad, Hai Abul-Qasim dan lain sebagainya. Dengan menurunkan ayat itu Allah SWT. melarang mereka menyebut atau memanggil Rasulullah saw. dengan ucapan-ucapan tadi. Mereka kemudian menggantinya dengan kata-kata : Ya Rasulallah, dan Ya Nabiyallah.
Hampir seluruh ulama Islam dan para ahli Fiqih berbagai madzhab mempunyai pendapat yang sama mengenai soal tersebut, yaitu bahwa mereka semuanya melarang orang menggunakan sebutan atau panggilan sebagaimana yang dilakukan orang sebelum ayat tersebut diatas turun.

Didalam Al-Qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang mengisyaratkan makna tersebut diatas. Antara lain firman Allah SWT. dalam surat Al-A’raf : 157 ; Al-Fath : 8-9, Al-Insyirah : 4 dan lain sebagainya. Dalam ayat-ayat ini Allah SWT. memuji kaum muslimin yang bersikap hormat dan memuliakan Rasulullah saw., bahkan menyebut mereka sebagai orang-orang yang beruntung. Juga firman Allah SWT. mengajarkan kepada kita tatakrama yang mana dalam firman-Nya tidak pernah memanggil atau menyebut Rasul-Nya dengan kalimat Hai Muhammad, tetapi memanggil beliau dengan kalimat Hai Rasul atau Hai Nabi.

Firman-firman Allah SWT. tersebut cukup gamblang dan jelas membuktikan bahwa Allah SWT. mengangkat dan menjunjung Rasul-Nya sedemikian tinggi, hingga layak disebut sayyidina atau junjungan kita Muhammad Rasulullah saw. Menyebut nama beliau saw. tanpa diawali dengan kata yang menunjuk- kan penghormatan, seperti sayyidina tidak sesuai dengan pengagungan yang selayaknya kepada kedudukan dan martabat beliau.

Dalam surat Aali-‘Imran:39 Allah SWT. menyebut Nabi Yahya as. dengan predikat sayyid :
“…Allah memberi kabar gembira kepadamu (Hai Zakariya) akan kelahiran seorang puteramu, Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang dari) Allah, seorang sayyid (terkemuka, panutan), (sanggup) menahan diri (dari hawa nafsu) dan Nabi dari keturunan orang-orang sholeh”.

Para penghuni neraka pun menyebut orang-orang yang menjerumuskan mereka dengan istilah  saadat (jamak dari kata sayyid), yang berarti para pemimpin. Penyesalan mereka dilukiskan Allah SWT.dalam firman-Nya :
“Dan mereka (penghuni neraka) berkata : ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati para pemimpin (sadatanaa) dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar”. (S.Al-Ahzab:67).

Juga seorang suami dapat disebut dengan kata sayyid, sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah SWT. dalam surat Yusuf : 25 :
“Wanita itu menarik qamis (baju) Yusuf dari belakang hingga koyak, kemudian kedua-duanya memergoki sayyid (suami) wanita itu didepan pintu”. Dalam kisah ini yang dimaksud suami ialah raja Mesir.
Demikian juga kata Maula yang berarti pengasuh, penguasa, penolong dan lain sebagainya. Banyak terdapat didalam Al-Qur’anul-Karim kata-kata ini, antara lain dalam surat Ad-Dukhan: 41 Allah berfirman :
“…Hari (kiamat) dimana seorang maula (pelindung) tidak dapat memberi manfaat apa pun kepada maula (yang dilindunginya) dan mereka tidak akan tertolong”.
Juga dalam firman Allah SWT. dalam Al-Maidah : 55 disebutkan juga kalimat Maula untuk Allah SWT., Rasul dan orang yang beriman.

Jadi kalau kata sayyid itu dapat digunakan untuk menyebut Nabi Yahya putera Zakariya, dapat digunakan untuk menyebut raja Mesir, bahkan dapat juga digunakan untuk menyebut pemimpin yang semuanya itu menunjuk kan kedudukan seseorangalasan apa yang dapat digunakan untuk menolak sebutan sayyid bagi junjungan kita Nabi Muhammad saw.

Demikian pula soal penggunaan kata maula . Apakah bid’ah jika seorang menyebut nama seorang  Nabi yang diimani dan dicintainya dengan awalan sayyidina atau maulana ?!

Mengapa orang yang menyebut nama seorang pejabat tinggi pemerintahan, kepada para president, para raja atau menteri, atau kepada diri seseorang dengan awalan ‘Yang Mulia’ tidak dituduh berbuat bid’ah? Tidak salah kalau ada orang yang mengatakan, bahwa sikap menolak penggunaan kata sayyid atau maula untuk mengawali penyebutan nama Rasulullah saw. itu sesungguhnya dari pikiran meremehkan kedudukan dan martabat beliau saw. Atau sekurang-kurang hendak menyamakan kedudukan dan martabat beliau saw. dengan manusia awam/biasa.
Sebagaimana kita ketahui, dewasa ini masih banyak orang yang menyebut nama Rasulullah saw. tanpa diawali dengan kata sayyidina dan tanpa dilanjutkan dengan kalimat sallahu ‘alaihi wasallam (saw.). Menyebut nama Rasulullah dengan cara demikian menunjukkan sikap tak kenal hormat pada diri orang yang bersangkutan. Cara demikian itu lazim dilakukan oleh orang-orang diluar Islam, seperti kaum orientalis barat dan lain sebagainya. Sikap kaum orientalis ini tidak boleh kita tiru.
Banyak hadits-hadits shohih yang menggunakan kata sayyid, beberapa diantaranya ialah :
“Setiap anak Adam adalah sayyid. Seorang suami adalah sayyid bagi isterinya dan seorang isteri adalah sayyidah bagi keluarganya (rumah tangga nya)”. (HR Bukhori dan Adz-Dzahabi).

Jadi kalau setiap anak Adam saja dapat disebut sayyid, apakah anak Adam yang paling tinggi martabatnya dan paling mulia kedudukannya disisi  Allah yaitu junjungan kita Nabi Muhammad saw.  tidak boleh disebut sayyid ?

Didalam shohih Muslim terdapat sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah saw. memberitahu para sahabatnya, bahwa pada hari kiamat kelak Allah SWT. akan menggugat hamba-hambaNya : “Bukankah engkau telah Ku-muliakan dan Ku-jadikan sayyid ?” (alam ukrimuka wa usaw.widuka?)

Makna hadits itu ialah, bahwa Allah SWT. telah memberikan kemuliaan dan kedudukan tinggi kepada setiap manusia. Kalau setiap manusia dikarunia kemuliaan dan kedudukan tinggi, apakah manusia pilihan Allah yang diutus sebagai Nabi dan Rasul tidak jauh lebih mulia dan lebih tinggi kedudukan dan martabatnya daripada manusia lainnya ? Kalau manusia-manusia biasa saja dapat disebut sayyid , mengapa Rasulullah saw. tidak boleh disebut sayyid atau maula ?

Dalil-dalil orang yang membantah dan jawabannya
– Ada sementara orang terkelabui oleh pengarang hadits palsu yang berbunyi: “Laa tusayyiduunii fis-shalah” artinya “Jangan menyebutku (Nabi Muhammad saw.) sayyid didalam sholat”. Tampaknya pengarang hadits palsu yang mengatas namakan Rasulullah saw. untuk mempertahankan pendiriannya itu lupa atau memang tidak mengerti bahwa didalam bahasa Arab tidak pernah terdapat kata kerja tusayyidu. Tidak ada kemungkinan sama sekali Rasulullah saw.mengucapkan kata-kata dengan bahasa Arab gadungan seperti yang dilukiskan oleh pengarang hadits palsu tersebut. Dilihat dari segi bahasanya saja, hadits itu tampak jelas kepalsuannya. Namun untuk lebih kuat membuktikan kepalsuan hadits tersebut baiklah kami kemukakan beberapa pendapat yang dinyatakan oleh para ulama.

Dalam kitab Al-Hawi , atas pertanyaan mengenai hadits tersebut Imam Jalaluddin As-Suyuthi menjawab tegas : “Tidak pernah ada (hadits tersebut), itu bathil !”.
Imam Al-Hafidz As-Sakhawi dalam kitab Al-Maqashidul-Al-Hasanah menegaskan : “ Hadits itu tidak karuan sumbernya ! “

Imam Jalaluddin Al-Muhli, Imam As-Syamsur-Ramli, Imam Ibnu Hajar Al-Haitsami, Imam Al-Qari, para ahli Fiqih madzhab Sayfi’i dan madzhab Maliki dan lain-lainnya, semuanya mengatakan : “Hadits itu sama sekali tidak benar”.

– Selain hadits palsu diatas tersebut, masih ada hadits palsu lainnya yang semakna, yaitu yang berbunyi : “La tu’adzdzimuunii fil-masjid” artinya ; “Jangan mengagungkan aku (Nabi Muhammad saw.) di masjid”.

Dalam kitab Kasyful Khufa Imam Al-Hafidz Al-‘Ajluni dengan tegas mengata- kan: “Itu bathil !”. Demikian pula Imam As-Sakhawi dalam kitab Maulid-nya yang berjudul Kanzul-‘Ifah menyatakan tentang hadits ini: “Kebohongan yang diada-adakan”.
Memang masuk akal kalau ada orang yang berkata seperti itu yakni jangan mengagungkan aku di masjid kepada para hadirin didalam masjid, sebab ucapannya itu merupakan tawadhu’ (rendah hati). Akan tetapi kalau dikatakan bahwa perkataan tersebut diucapkan oleh Rasulullah saw. atau sebagai hadits beliau saw., jelas hal itu suatu pemalsuan yang terlampau berani.

Mari kita lanjutkan tentang hadits-hadits yang menggunakan kata sayyid berikut ini:
– Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dalam Shohihnya bahwa Rasulullah saw.bersabda : “Aku sayyid anak Adam…” . Jelaslah bahwa kata sayyid dalam hal ini berarti pemimpin ummat, orang yang paling terhormat dan paling mulia dan paling sempurna dalam segala hal sehingga dapat menjadi panutan serta teladan bagi ummat yang dipimpinnya.

Ibnu ‘Abbas ra mengatakan, bahwa makna sayyid dalam hadits tersebut ialah orang yang paling mulia disisi Allah. Qatadah ra. mengatakan, bahwa Rasulullah saw. adalah seorang sayyid yang tidak pernah dapat dikalahkan oleh amarahnya.

– Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Majah dan At-Turmudzi, Rasulullah saw. bersabda :
“Aku adalah sayyid anak Adam pada hari kiamat”. Surmber riwayat lain yang diketengahkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Bukhori dan Imam Muslim, mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Aku sayyid semua manusia pada hari kiamat”.

Hadit tersebut diberi makna oleh Rasulullah saw. sendiri dengan penjelas- annya: ‘Pada hari kiamat, Adam dan para Nabi keturunannya berada dibawah panjiku”.
Sumber riwayat lain mengatakan lebih tegas lagi, yaitu bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Aku sayyid dua alam”.

– Riwayat yang berasal dari Abu Nu’aim sebagaimana tercantum didalam kitab Dala’ilun-Nubuwwah mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Aku sayyid kaum Mu’minin pada saat mereka dibangkitkan kembali (pada hari kiamat)”.

– Hadits lain yang diriwayatkan oleh Al-Khatib mengatakan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Aku Imam kaum muslimin dan sayyid kaum yang bertaqwa”.

– Sebuah hadits yang dengan terang mengisyaratkan keharusan menyebut nama Rasulullah saw. diawali dengan kata sayyidina diketengahkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Hadits yang mempunyai isnad shohih ini berasal dari Jabir bin ‘Abdullah ra. yang mengatakan sebagai berikut:
“Pada suatu hari kulihat Rasulullah saw. naik keatas mimbar. Setelah memanjatkan puji syukur kehadirat Allah saw. beliau bertanya : ‘Siapakah aku ini ?’ Kami menyahut: Rasulullah ! Beliau bertanya lagi: ‘Ya, benar, tetapi siapakah aku ini ?’. Kami menjawab : Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul-Mutthalib bin Hasyim bin ‘Abdi Manaf ! Beliau kemudian menyatakan : ‘Aku sayyid anak Adam….’.”
Riwayat hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa Rasulullah saw. lebih suka kalau para sahabatnya menyebut nama beliau dengan kata sayyid. Dengan kata sayyid itu menunjukkan perbedaan kedudukan beliau dari kedudukan para Nabi dan Rasul terdahulu, bahkan dari semua manusia sejagat.
Semua hadits tersebut diatas menunjukkan dengan jelas, bahwa Rasulullah saw. adalah sayyid anak Adam, sayyid kaum muslimin, sayyid dua alam (al-‘alamain), sayyid kaum yang bertakwa. Tidak diragukan lagi bahwa menggunakan kata sayyidina untuk mengawali penyebutan nama Rasulullah saw. merupakan suatu yang dianjurkan bagi setiap muslim yang mencintai beliau saw.

– Demikian pula soal kata Maula, Imam Ahmad bin Hanbal di dalam Musnad nya, Imam Turmduzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah mengetengahkan sebuah hadits, bahwa Rasulullah saw. bersabda :
“Man kuntu maulahu fa ‘aliyyun maulahu” artinya : “Barangsiapa aku menjadi maula-nya (pemimpinnya). ‘Ali (bin Abi Thalib) adalah maula-nya…”

– Dari hadits semuanya diatas tersebut kita pun mengetahui dengan jelas bahwa Rasulullah saw. adalah sayyidina dan maulana (pemimpin kita). Demikian juga para ahlu-baitnya (keluarganya), semua adalah sayyidina. Al-Bukhori meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah berkata kepada puteri beliau, Siti Fathimah ra :
“Yaa Fathimah amaa tardhiina an takuunii sayyidata nisaail mu’minin au sayyidata nisaai hadzihil ummati” artinya : “Hai Fathimah, apakah engkau tidak puas menjadi sayyidah kaum mu’minin (kaum orang-orang yang beriman) atau sayyidah kaum wanita ummat ini ?”

– Dalam shohih Muslim hadits tersebut berbunyi: “Yaa Fathimah amaa tardhiina an takuunii sayyidata nisaail mu’mininat au sayyidata nisaai hadzihil ummati” artinya : “Hai Fathimah, apakah engkau tidak puas menjadi sayyidah mu’mininat (kaum wanitanya orang-orang yang beriman) atau sayyidah kaum wanita ummat ini ?”

– Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad, Rasulullah saw. berkata kepada puterinya (Siti Fathimah ra) :
“Amaa tardhiina an takuunii sayyidata sayyidata nisaa hadzihil ummati au nisaail ‘Alamina” artinya : “…Apakah engkau tidak puas menjadi sayyidah kaum wanita ummat ini, atau sayyidah kaum wanita sedunia ?”
Demikianlah pula halnya terhadap dua orang cucu Rasulullah saw. Al-Hasan dan Al-Husain radhiyallahu ‘anhuma. Imam Bukhori dan At-Turmudzi meriwayatkan sebuah hadits yang berisnad shohih bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. bersabda : “Al-Hasanu wal Husainu sayyida asybaabi ahlil jannati” artinya : “Al-Hasan dan Al-Husain dua orang sayyid pemuda ahli surga”.
Berdasarkan hadits-hadits diatas itu kita menyebut puteri Rasulullah saw. Siti Fathimah Az-Zahra dengan kata awalan sayyidatuna. Demikianlah pula terhadap dua orang cucu Rasulullah saw. Al-Hasan dan Al-Husain radhiyallahu ‘anhuma.

– Ketika Sa’ad bin Mu’adz ra. diangkat oleh Rasulullah saw. sebagai penguasa kaum Yahudi Bani Quraidah (setelah mereka tunduk kepada kekuasaan kaum muslimin), Rasulullah saw. mengutus seorang memanggil Sa’ad supaya datang menghadap beliau. Sa’ad datang berkendaraan keledai, saat itu Rasulullah saw. berkata kepada orang-orang yang hadir: “Guumuu ilaa sayyidikum au ilaa khoirikum” artinya : “Berdirilah menghormati sayyid (pemimpin) kalian, atau orang terbaik diantara kalian”.
Rasulullah saw. menyuruh mereka berdiri bukan karena Sa’ad dalam keadaan sakit sementara fihak menafsirkan mereka disuruh berdiri untuk menolong Sa’ad turun dari keledainya, karena dalam keadaan sakit sebab jika Sa’ad dalam keadaan sakit, tentu Rasulullah saw. tidak menyuruh mereka semua menghormat kedatangan Sa’ad, melainkan menyuruh beberapa orang saja untuk berdiri menolong Sa’ad.
Sekalipun –misalnya– Rasulullah saw. melarang  para sahabatnya berdiri menghormati beliau saw., tetapi beliau sendiri malah memerintahkan mereka supaya berdiri menghormati Sa’ad bin Mu’adz, apakah artinya ? Itulah tatakrama Islam. Kita harus dapat memahami apa yang dikehendaki oleh Rasulullah saw. dengan larangan dan perintahnya mengenai soal yang sama itu. Tidak ada ayah, ibu , kakak dan guru yang secara terang-terangan minta dihormati oleh anak, adik dan murid, akan tetapi si anak, si adik dan si murid harus merasa dirinya wajib menghormati ayahnya, ibunya, kakaknya dan gurunya. Demikian juga Rasulullah saw. sekalipun beliau menyadari kedudukan dan martabatnya yang sedemikian tinggi disisi Allah SWT, beliau tidak menuntut supaya ummatnya memuliakan dan mengagung-agungkan beliau. Akan tetapi kita, ummat Rasulullah saw., harus merasa wajib menghormati, memuliakan dan mengagungkan beliau saw.

Allah SWT. berfirman dalam Al-Ahzab: 6 : “Bagi orang-orang yang beriman, Nabi (Muhammad saw.) lebih utama daripada diri mereka sendiri, dan para isterinya adalah ibu-ibu mereka”.

Ibnu ‘Abbas ra. menyatakan: Beliau adalah ayah mereka’ yakni ayah semua orang beiman! Ayat suci diatas ini jelas maknanya, tidak memerlukan penjelasan apa pun juga, bahwa Rasulullah saw. lebih utama dari semua orang beriman dan para isteri beliau wajib dipandang sebagai ibu-ibu seluruh ummat Islam ! Apakah setelah keterangan semua diatas ini orang yang menyebut nama beliau dengan tambahan kata awalan sayyidina atau maulana pantas dituduh berbuat bid’ah? Semoga Allah SWT. memberi hidayah kepada kita semua. Amin

– Ibnu Mas’ud ra. mengatakan kepada orang-orang yang menuntut ilmu kepadanya: “Apabila kalian mengucapkan shalawat Nabi hendaklah kalian mengucapkan shalawat dengan sebaik-baiknya. Kalian tidak tahu bahwa sholawat itu akan disampaikan kepada beliau saw., karena itu ucapkanlah : ‘Ya Allah, limpahkanlah shalawat-Mu, rahmat-Mu dan berkah-Mu kepada Sayyidul-Mursalin (pemimpin para Nabi dan Rasulullah) dan Imamul-Muttaqin (Panutan orang-orang bertakwa)”

– Para sahabat Nabi juga menggunakan kata sayyid untuk saling menyebut nama masing-masing, sebagai tanda saling hormat-menghormati dan harga-menghargai. Didalam Al-Mustadrak Al-Hakim mengetengahkan sebuah hadits dengan isnad shohih, bahwa “Abu Hurairah ra. dalam menjawab ucapan salam Al-Hasan bin ‘Ali ra. selalu mengatakan “Alaikassalam ya sayyidi”. Atas pertanyaan seorang sahabat ia menjawab: ‘Aku mendengar sendiri Rasulullah saw. menyebutnya (Al-Hasan ra.) sayyid’ “.

– Ibnu ‘Athaillah dalam bukunya Miftahul-Falah mengenai pembicaraannya soal sholawat Nabi mewanti-wanti pembacanya sebagai berikut: “Hendak- nya anda berhati-hati jangan sampai meninggalkan lafadz sayyidina dalam bersholawat, karena didalam lafadz itu terdapat rahasia yang tampak jelas bagi orang yang selalu mengamalkannya”. Dan masih banyak lagi wejangan para ulama pakar cara sebaik-baiknya membaca sholawat pada Rasulullah saw. yang tidak tercantum disini.

Nah, kiranya cukuplah sudah uraian diatas mengenai penggunaan kata sayyidina atau maulana untuk mengawali penyebutan nama Rasulullah saw. Setelah orang mengetahui banyak hadits Nabi yang menerangkan persoalan itu yakni menggunakan kata awalan sayyid, apakah masih ada yang bersikeras tidak mau menggunakan kata sayyidina dalam menyebut nama beliau saw.?, dan apanya yang salah dalam hal ini ?
Apakah orang yang demikian itu hendak mengingkari martabat Rasulullah saw. sebagai Sayyidul-Mursalin (penghulu para Rasulullah) dan Habibu Rabbil-‘alamin (Kesayangan Allah Rabbul ‘alamin) ?

Bagaimana tercelanya orang yang berani membid’ahkan penyebutan sayyidina atau maulana dimuka nama beliau saw.? Yang lebih aneh lagi sekarang banyak diantara golongan pengingkar ini sendiri yang memanggil nama satu sama lain diawali dengan sayyid atau minta juga agar mereka dipanggil sayyid dimuka nama mereka !

Sumber

Qadha (penggantian) Sholat yang ketinggalan dan dalil-dalil yang berkaitan dengannya

Sebagian golongan muslimin telah membid’ahkan, mengharamkan/mem batalkan  mengqadha/mengganti sholat yang sengaja tidak dikerjakan pada waktunya. Mereka ini berpegang pada wejangan  Ibnu Hazm dan Ibnu Taimiyyah yang mengatakan tidak sah orang yang ketinggalan sholat fardhu dengan sengaja untuk menggantinya/qadha pada waktu sholat lainnya,  mereka harus menambah sholat-sholat sunnah untuk menutupi kekurangan- nya tersebut. Tetapi pendapat Ibnu Hazm  dan Ibnu Taimiyyah ini telah terbantah oleh hadits-hadits dibawah ini dan ijma’ (kesepakatan) para ulama pakar diantaranya Imam Hanafi, Malik dan Imam Syafi’i dan lainnya tentang kewajiban qadha bagi yang meninggalkan sholat baik dengan sengaja maupun tidak sengaja. Mari kita ikuti beberapa hadits tentang qadha sholat berikut ini
:
HR.Bukhori, Muslim dari Anas bin Malik ra.: “Siapa yang lupa (melaksanakan) suatu sholat atau tertidur dari (melaksanakan)nya, maka kifaratnya (tebusannya) adalah melakukannya jika dia ingat”. Ibnu Hajr Al-‘Asqalany dalam Al-Fath II:71 ketika menerangkan makna hadits ini berkata; ‘Kewajiban menggadha sholat atas orang yang sengaja meninggalkannya itu lebih utama. Karena hal itu termasuk sasaran Khitab (perintah) untuk melaksanakan sholat, dan dia harus melakukannya…’.

Yang dimaksud Ibnu Hajr ialah kalau perintah Rasulullah saw. bagi orang yang ketinggalan sholat karena lupa dan tertidur itu harus diqadha, apalagi untuk sholat yang disengaja ditinggalkan itu malah lebih utama/wajib untuk menggadhanya. Maka bagaimana dan darimana dalilnya orang bisa mengatakan bahwa sholat yang sengaja ditinggalkan itu tidak wajib/tidak sah untuk diqadha ?

Begitu juga hadits itu menunjukkan bahwa orang yang ketinggalan sholat karena lupa atau tertidur tidak berdosa hanya wajib menggantinya. Tetapi orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dia berdosa besar karena kesengajaannya meninggalkan sholat, sedangkan kewajiban qadha tetap berlaku baginya.

Rasulullah saw. setelah sholat Dhuhur tidak sempat sholat sunnah dua raka’at setelah dhuhur, beliau langsung membagi-bagikan harta, kemudian sampai dengar adzan sholat Ashar. Setelah sholat Ashar beliau saw. sholat dua rakaat ringan, sebagai ganti/qadha sholat dua rakaat setelah dhuhur tersebut. (HR.Bukhori, Muslim dari Ummu Salamah).

Rasulullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa tertidur atau terlupa dari mengerjakan shalat witir maka lakukanlah jika ia ingat atau setelah ia terbangun’. (HR.Tirmidzi dan Abu Daud).(dikutip dari at-taj 1:539)
Rasulullah saw. bila terhalang dari shalat malam karena tidur atau sakit maka beliau saw. menggantikannya dengan shalat dua belas rakaat diwaktu siang. (HR. Muslim dan Nasa’i dari Aisyah ra).(dikutip dari at-taj 1:539)
Nah kalau sholat sunnah muakkad setelah dhuhur, sholat witir dan sholat malam yang tidak dikerjakan pada waktunya itu diganti/diqadha oleh Rasulullah saw. pada waktu setelah sholat Ashar dan waktu-waktu lainnya, maka sholat fardhu yang sengaja ketinggalan itu lebih utama diganti dari- pada sholat-sholat sunnah ini.

HR Muslim dari Abu Qatadah, mengatakan bahwa ia teringat waktu safar pernah Rasulullah saw. ketiduran dan terbangun waktu matahari menyinari punggungnya. Kami terbangun dengan terkejut. Rasulullah saw. bersabda: Naiklah (ketunggangan masing-masing) dan kami menunggangi (tunggang- an kami) dan kami berjalan. Ketika matahari telah meninggi, kami turun. Kemudian beliau saw. berwudu dan Bilal adzan utk melaksanakan sholat (shubuh yang ketinggalan). Rasulullah saw. melakukan sholat sunnah sebelum shubuh kemudian sholat shubuh setelah selesai beliau saw. menaiki tunggangannya.

Ada sementara yang berbisik pada temannya; ‘Apakah kifarat (tebusan) terhadap apa yang kita lakukan dengan mengurangi kesempurnaan shalat kita (at-tafrith fi ash-sholah)? Kemudian Rasulullah saw. bersabda: ’Bukankah aku sebagai teladan bagi kalian’?, dan selanjutnya beliau bersabda : ‘Sebetulnya jika karena tidur (atau lupa) berarti tidak ada tafrith (kelalaian atau kekurangan dalam pelaksanaan ibadah, maknanya juga tidak berdosa). Yang dinamakan kekurangan dalam pelaksanaan ibadah (tafrith) yaitu orang yang tidak melakukan (dengan sengaja) sholat sampai datang lagi waktu sholat lainnya….’. (Juga Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Imaran bin Husain dengan kata-kata yang mirip, begitu juga Imam Bukhori dari Imran bin Husain).

Hadits ini tidak lain berarti bahwa orang yang dinamakan lalai/meng- gampangkan sholat ialah bila meninggalkan sholat dengan sengaja dan dia berdosa, tapi bila karena tertidur atau lupa maka dia tidak berdosa, kedua-duanya wajib menggadha sholat yang ketinggalan tersebut. Dan dalam hadits ini tidak menyebutkan bahwa orang tidak boleh/haram menggadha sholat yang ketinggalan kecuali selain dari yang lupa atau tertidur, tapi hadits ini menyebutkan tidak ada kelalaian (berdosa) bagi orang yang meninggal- kan sholat karena tertidur atau lupa. Dengan demikian tidak ada dalam kalimat hadits larangan untuk menggadha sholat !

Jabir bin Abdullah ra.meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab ra. pernah datang pada hari (peperangan) Khandaq setelah matahari terbenam. Dia mencela orang kafir Quraisy, kemudian berkata; ‘Wahai Rasulullah, aku masih melakukan sholat Ashar hingga (ketika itu) matahari hampir terbenam’. Maka Rasulullah saw. menjawab : ‘Demi Allah aku tidak (belum) melakukan sholat Ashar itu’. Lalu kami berdiri (dan pergi) ke Bith-han. Beliau saw. berwudu untuk (melaksanakan) sholat dan kami pun berwudu untuk melakukannya. Beliau saw. (melakukan) sholat Ashar setelah matahari terbenam. Kemudian setelah itu beliau saw. melaksanakan sholat Maghrib. (HR.Bukhori dalam Bab ‘orang yg melakukan sholat bersama orang lain secara berjama’ah setelah waktunya lewat’, Imam Muslim I ;438 hadits nr. 631, meriwayatkannya juga, didalam Al-Fath II:68, dan pada bab ‘meng- gadha sholat yang paling utama’ dalam Al-Fath Al-Barri II:72)

Begitu juga dalam kitab Fiqih empat madzhab atau Fiqih lima madzhab bab 25 sholat Qadha’ menulis: Para ulama sepakat (termasuk Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i dan lainnya) bahwa barangsiapa ketinggalan shalat fardhu maka ia wajib menggantinya/menggadhanya. Baik shalat itu ditinggal- kannya dengan sengaja, lupa, tidak tahu maupun karena ketiduran.
Memang terdapat perselisihan antara imam madzhab (Hanafi, Malik, Syafi’i dan lainnya), perselisihan antara mereka ini ialah apakah ada kewajiban qadha atas orang gila, pingsan dan orang mabuk.

Dalam kitab fiqih Sunnah Sayyid Sabiq (bahasa Indonesia) jilid 2 hal. 195 bab Menggadha Sholat diterangkan: Menurut madzhab jumhur termasuk disini Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Syafi’i mengatakan orang yang sengaja meninggalkan sholat itu berdosa dan ia tetap wajib meng- gadhanya. Yang menolak pendapat qadha dan ijma’ ulama ialah Ibnu Hazm dan Ibnu Taimiyyah, mereka ini membatalkan (tidak sah) untuk menggadha sholat !! Dalam buku ini diterangkan panjang lebar alasan dua imam ini. (Tetapi alasan dua imam ini terbantah juga oleh hadits-hadits diatas dan ijma’ para ulama pakar termasuk disini Imam Hanafi, Malik, Syafi’i dan ulama pakar lainnya yang mewajibkan qadha atas sholat yang sengaja ditinggal- kan. Mereka ini juga bathil dari sudut dalil dan berlawanan dengan madzhab jumhur—pen.).

Kesimpulan :
Kalau kita baca hadits-hadits diatas semuanya masalah qadha sholat, dengan demikian buat kita insya Allah sudah jelas bahwa menggadha/meng- gantikan sholat yang ketinggalan baik secara disengaja maupun tidak disengaja menurut ijma’ ulama hukumnya wajib, sebagaimana yang diutarakan oleh ulama-ulama pakar yang telah diakui oleh ulama-ulama dunia yaitu Imam Hanafi, Imam Malik dan Imam Syafi’i. Hanya perbedaan antara yang disengaja dan tidak disengaja ialah masalah dosanya jadi bukan masalah qadhanya.

Semoga dengan adanya dalil-dalil yang cukup jelas ini bisa menjadikan manfaat bagi kita semua. Semoga kita semua tidak saling cela-mencela atau merasa pahamnya/anutannya yang paling benar.

Sumber

Rabu, 27 April 2016

UMR

Assalamualaikum Blogger tercinta, apakabar? Dah lama g nulis ni, jadi agak kaku juga jemarinya...hehhe, langsung aja yaa..cuzzz...

UMR iya ummi rumah tangga. Itu adalah aktivitas saya sehari-hari sekarang,bersama putri kecil saya setiap hari hampir berada dirumah. Melakukan semua pekerjaan Rumah tangga seperti ibu-ibu kebanyakan. Alhamdulillah setiap hari bisa menemani anak bermain, beljar hal baru yang banyak putriku ingin tau.
Tak terasa sudah 2 tahun lebih 1 bulan usianya sekarang.

Alhamdulillah sudah bisa disambi kerja lagi blogger, umminya sudah bisa ngeblog laagi, heheheeh

Sekarang sudah mulai sibuk berbagai aktifitas selain aktifitas rumah tangga itu sendiri, misalkan, Jualan Sprei Katun Jepang. Jualan jilbab Sansan baby, Jualan PAYTREN juga yang paling hot saat ini.

Alhamdullillah rezeki itu datang dari mana saja ternyata, tidak hanya datang saat kita kerja di kantor, atau datang waktu kita kerja aja, kadang saat kita silaturahim juga Rizki itu datang, Alhamdullillah ya blogger, ntik d blog2 selanjutnya q ceritain deh rizki kami datang dari mana aja, dan berbagai pengalaman juga ya, untuk usaha baru saya yang bareng Ustadz Yusuf Mansyur :)

Semoga g bosen ya baca-baca blog saya ini, ini mulai berbenah lagi... Bersih2 blog lagi, soalnya dh lama banget g beberes... Makasi... Wassalamu'alaikum ;)

Minggu, 18 November 2012

CATFIZ ANGELIC ARMORY On Play Store




Catfiz. The Ultimate Android Messenger. Welcome to Catfiz World

Join 2 million beta tester around the world.
Private and Social interaction has never been this easy.
Experience the android-only messenger with feature you'd love to have in your smartphone.

Maximize your Android with this always-connected application.
No phone-number required, you need only data plan in your GSM/CDMA or you can use wireless internet connection.No waiting state. Lightweight but powerful.

Catfiz comes with rich-feature yet easy and simple to operate.
Use Catfiz for personal, official, community or larger organization.
Free, no hidden cost, no future subscription fee.
Become Catfizer and enjoy the true messenger with Catfiz.
Messages,
Status,
Comment,
Like,
Quote to,
Group chat (Pool) with more than 1000 member,
Promote,
Photo share,
Voice message,
Video message,
File share,
Gallery,
Theme, Emoticon, Emoji
You name it !

A lot of coming feature in next updates that makes your current messenger, last choice.

CATFIZ, THE ULTIMATE ANDROID MESSENGER

Currently available in English, Bahasa Indonesia, Arabic.

tag: messenger, android messenger, chat, social network, group chat, blog, file share, multimedia share, catfiz, arabic, indonesia.


Rabu, 03 Oktober 2012

Akhir Kisah ini

Assalamualaikum wr wb.

Alhamdulillah , hari ini meski masih terus menangis kalau ingat hari hari sebelumnya, mengingat kenangan saat kuliah, mengingat perjuangan 2 tahun lebih, Aku sangat bersyukur saat ini masih banyak yang menyayangiku, terutama keluarga, spesialnya bapak sama ibu, ILOVE YOU MOM and DAD.

Belum jodoh kali yah, atau memang belum jalannya, aku masih disuruh untuk memperbaiki diri lagi, masih diminta Allah untuk belajar jadi lebih baik lagi, belajar ilmu IKHLAS lagi, belajar menjadi dewasa lagi, dan belajar memaafkan orang lain lagi.

Selasa, 02 Oktober 2012

Akhir Penantian Yang Tak berujung itu


Rasanya sebulan penantian itu terlewat sudah, dan sampai detik ini aku belum tau ketetapanmu akan ku , tatkala menangis, aku juga berusaha tersenyum, melihat lebih dalam menangisku karenanNya atau hanya karena makhluk yang kua anggap istimewa????

Sepertinya aku tidak perlu menangis kalau hanya menangisi seseorang yang belum pasti akan menjagaku , melindungiku, maupun memimpinku untuk mencintai-Mu.

Meski terus menetes, aku tak bisa menolak bahwa sampai detik ini aku masih berdoa untuknya.



Banyak yang aku dapat dalam 1 bulan ini, banyak yang aku alami, bahakan juga aku rasa sangat membuatku belajar banyak tentang apa arti hidup ini, mulai dari belajar menerima kekurangan pasangan, belajar kilas balik tentang pengorbanan, belajar menjaga , belajar menjadi yang terbaik, belajar setiap detik memperbaiki diri, dan yang taka kalah penting, aku belajar SABAR dan IKHLAS.

IKHLAS. 5 huruf dengan banyak makna. Sering , bahkan bisa jadi setiap hari aku dengar, baca, maupun aku perbincangkan. Dan sampai detik ini juga aku masih dalam proses itu. sampai tulisan ini diketik, Aku belum bisa meyakinkan diri ini sendiri bahwa hal itu sudah tertanam dan melekat. Semoga detik-detik kearah sana akan segera tumbuh dan benar-benar bisa IKHLAS akan segala kehendakmu.

Ya Rabb, Buat hati ini IKHLAS mencintai dia yang  IKHLAS mencintai -MU. AAMIIN




@office menjelang maghrib

Jumat, 07 September 2012

Puisi hening


Seperti berkata tetapi diam
menyimak dan memeluk kata
berandai yang berbeda membuat cerah
Right, apapun itu
aku pasti bisa lakukan

seperti tak harus menyerah
karena keyakinanku semakin menguat
simetris dalam senyum
lapang dalam jiwa

apa yang membuat resah
hanya pikiran yang berandai
jika mimpi akan nyata
kenapa mundur
???

senyumlah kawan, hari ini adalah hadiah, besok adalah impian kita.
Tetap semangat!!!



I LOVE YOU karena-Nya
surabaya 07 September 2012

Selasa, 26 Juni 2012

Pola Makan ala Nabi SAW



Setelah surfing beberapa blog sebelah, saya menemukan banyak ilmu, terutama untuk meneladani Sunnah Rasullullah Saw .Dan ternyata juga, makanan Tradisional Indonesia sangat memenuhi kriteria-kriteria Pola makan sehat Ala nabi ^_^v , mau tau bagaimana polanya, yukz, simak ulasan dibawah ini:

Pecel-A Great Indonesian food
Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain2 penyakit. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Perut adalah sumber penyakit dan pengaturan makanan[1] adalah obatnya yang mujarab.” Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yg lain.


Ini adalah cara Rasullulah SAW menjaga hidup sehat melalui kegiatan makan. Ustaz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut cara Rasullullah ini, anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.

Perhatikanlah anjuran berikut ini:
Jangan makan SUSU bersama DAGING
Jangan makan DAGING bersama IKAN (Penjelasannya: daging ayam mengandung ion+ , sedangan ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita).
Jangan makan IKAN bersama SUSU
Jangan makan AYAM bersama SUSU
Jangan makan IKAN bersama TELUR
Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
Jangan makan SUSU bersama CUKA
Jangan makan BUAH bersama SUSU (Contoh cocktail): Penjelasannya akan terjadi penggumpalan, kecuali dengan buah-buahan yang mengandung lemak lagi seperti alpukat, duren, kelapa dll)
  

Senin, 25 Juni 2012

๑ˆ⌣ˆ๑ SAAT KAU MENYUKAI SESEORANG ๑ˆ⌣ˆ๑


Bissmillah....
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh


Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan kebahagiaanmu.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menemanimu & bercerita?”
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,?Bolehkah aku memelukmu??
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya?
SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata ?Sudahlah, jangan menangis.?
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, ?Mari kita selesaikan masalah ini bersama - sama.?

Kamis, 21 Juni 2012

Jakarta dalam senja Kota Tua

Tiba-tiba saja aku  mengingat dan merindukan kembali tentang kota itu, Jakarta.
Pic by Dc

Senin, 18 Juni 2012

Belajar dari Kesalahan

Sore ini aku pulang agak telat, yang biasanya jam 16.30 wib sekarang malah pukul 18.24 belum pulang. sebenarnya sih gak tau mau nulis apa sore ini, tapi banyak cerita yang ingin aku tulis disini, tentang perjalannku sehari semalam kemarin, tentang teman kantorku , tentang inspirasinya yang membuatku semakin menggila dengan dunia berteman dan bersaudara tanpa jalinan darah. Yah, berteman dan bersaudara tanpa jalinan darah, itulah saat aku menyebut teman-teman dunia mayaku ini , berawal dari online, bertemu dalam gathering dan kopdar, bersahabat dalam silaturahmi dan hobi, dan berkeluarga dalam keyakinan dan kepercayaan.

Selasa, 12 Juni 2012

Musafir Titik

Saat aku mulai menulis kisahku ini, aku senyum senyum seperti tak percaya, dan ternyata memang iya, itu aku.

Kisah tanggal 10 Juni 2011 tentang hari minggu kemarin, aku yang pelupa atau memang aku yang penuh dengan kejutan dan punya ide luar biasa yakk ,heheheh ,yah yah yah, wajar ajalah, aku kan seorang pemimpi yang kesiangan, Eh, malah nglantur. 

Langsung ke kejadian pada hari minguu kemarin yak, awalnya sih Pede dari rumah gak bawa uang sepeserpun, padahal sudah sadar dari awal kalo didompet tidak ada uang sepeserpun untuki cukup buat membeli Bahan Bakar Motor, hehe, lah lahlah, ternyata nekadku berbuah hasil, ditengah jalan  motor, tiba tiba mogok, padahal itu saat sedang menikmati nyamannya jalan sepi nan mendung sejuk, hmm,,,brmmm,brmm,brmm,,tuuttt.."mati dah" , dalam hatiku aku mikir, tadi barusan mikirin atm ko g ada atm danam*n, adanya b*i saja disebrang jalan, tapi itu lebih baik dari pada aku akan berjalan mencari atm dulu dari pada membeli bensin langsung .hwwwwwwwwwwaaaaaaaa,,, ngenes Gila,,, nangissss gak boleh nangis, masa iya, dorong motor sambil nangis, keliatan banged kek org pgn diperhatikan, akhirnya, jalan, seratus meter, duaratus meter.

Kamis, 07 Juni 2012

Ramadhan, Tinggal Berapa Hari?

Assalamualaikum,

Guys, aku masih sangat merasakan  nuansa Ramadhan tahun 2011 kemarin, aku masih dijakarta, dan aku masih sendirian di tempat yang sangat asing bagiku. Tapi setelah aku berkaca kembali, ternyata aku sekarang berada jauh dari sana, aku sudah ditanah yang membesarkanku terhadap kecintaanku tentang Dien ku , tanah dimana aku bertemu dengan sosok-sosok pahlawan yang meluruskan jalanku, mengenalkanku lebih dalam , tentang makna Ukhwah islamiyah, Tentang makna Dakwah Islam yang sebenar -benarnya.

Tak terasa kurang lebih 45 hari lagi Bulan Penuh rahmat itu akan hadir kembali, datang kembali, apa masih ada waktu untuk kita sampai pada bulan Istimewa itu? Semoga saja, Aamiin. Kita semua pastinya ingin bertemu dengan bulan penuh energi dan semangat untuk mengabdi kepada Pencipta Ruh diri ini.

Jumat, 25 Mei 2012

IBU


Tak pernah
aku merasakan perasaan
yang begitu berbeda
saat aku dekat denganmu

Tak pernah aku merasakan
perasaan aku takut kehilanganmu
meski aku saat ini
benar benar berada dekatmu

Bu, maafkan anakmu ini
maafkan aku
yang selalu melupakanmu dalam doa doaku,
sedangkan kau
takkan pernah lalai
mendoakanku ditiap hembus nafasmu
bu, maafkan aku
yang hanya ingat kepadamu
saat aku benar-benar sedang sakit
saat aku benar benar terjatuh..

Bu,maafkan anakmu ini..

Bu, izinkan disisa umurku ini
untuk bisa mengabdi kepadamu,
hanya engkaulah
yang memelukku pertama kali
saat aku menghirup nafas didunia ini

Kaulah yang pertama kali
selalu menghangatkanku
saat aku menangis diawal awal kehidupanku
yang mengajariku
saat aku sangat ingin tau
apa makna aku berhembus dibumi ini

Terima kasih ibu
terimakasih atas kasih mu
terimakasih atas tangisanmu
terimakasih atas peluh keringatmu
ya Rabb, jaga dan dan dekap ibuku slalu dalam dienMU.

AAMIIN.

Sabtu, 14 Januari 2012

Penulisan kata Assalamualaikum Yang Benar

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. . .

Bissmillahirakhmanirrahim,
Siang blogger, kayaknya memang sudah gak asing lagi kalau saat ini sudah trend pennyingkatan maupun perubahan kata-kata seperti AAMIIN, ALLAH SWT, DAN ASSALAMUALAIKUM menjadi lebih keren atau stylist atau bisa dibilang GAHOOLLL klo anak gaul bilang :D. Yah ada yang wajar sih, kalo penyingkatannya sedikit saja tanpa merubah makna, tapi kalau berlebihan dan merubah makna, aku rasa sudah saatnya untuk mengingat kembali mana yang benar dan bermanfaat, dan mana yang salah dan menyimpang. Nahhh, oleh karena itu, aku mulai nulis lagi blog ini, (maklum habis sibuk disebelah setelah 2 bulanan ini), langsung saja yuks, simak bagaimana yang benar dan bagaimana yang tidak disarankan, Cekidot....

Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi
============================================


Diantaranya ada yang menulis
"amin", "amiin", "aamin", "aamiin" bahkan tidak jarang juga ada yg menulis "Amien"

Seperti kita ketahui Lafaz Aamiin diucapkan didalam dan diluar salat, diluar salat, aamii diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain.

Aamiin termasuk isim fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengaa Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah).

Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah Subhanahu wata ’alaa.

Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain.

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata "AMIN" yaitu :

1. "AMIN" (aliF dan mim sama-samapendek), artinya AMAN, TENTRAM
2. "AAMIN" (alif panjang dan mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3. "AMIIN" (alif pendek dan mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
4. "AAMIIN" (alif dan mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI

Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan "Amien" ???

Sabtu, 26 November 2011

Dia adalah " Catfiz" , the ultimate Android messanger

CATFIZ is the ultimate Android messanger, iyaa, itulah sebutan buat dia yang kurang dari sebulan ini membuatku semakin mengagumi dan bersyukur karena aku tak salah memilih SmartPhone.

Langsung saja ya, saya ceritakan tentang Kulfiz dari P.Aryo Nugroho tentang Asal Muasal Catfiz tadi malam,

monggo disimak,

Masih ada beberapa yang bertanya kepada Catfiz Team, kenapa diberinama Catfiz. Catfiz sebenarnya berasal dari kata catfish yang berarti ikan lele. Ikan lele dikenal sebagai catfiz atau ikan berkumis. Dan karena kumis inilah yang mempunyai sungut listrik

Dalam jaringan sebenarnya ada istilah test dengan menuliskan PING, lalu di messenger yang paling dikenal yaitu yahoo messenger dengan kata BUZZ. Maka Team Catfiz memperkenalkan istilah BLITZ dari beberapa kata yang meraka diskusikan, banyak kata yang di usulkan oleh mereka seperti TING, BLUR, dan BYUR.

Jumat, 14 Oktober 2011

When Love is not Enough

Handphone-ku bergetar.
Dengan enggan kubaca nama penelponnya Private number..
Setelah beberapa saat aku menimang-nimang, akhirnya kuputuskan untuk mengangkat telpon itu.
"Hallo." sapaku.
"Hallo Ca, ini Rosa."
"Rosa?" ucapku agak terkejut.
"Sudah terima undangannya?" tanya Rosa agak terburu-buru.
Suasana hiruk pikuk di sekitarnya terdengar samar-samar.
"Undangan?" Buru-buru aku berjalan ke arah meja ruang tamu, menahan rasa pusing yang langsung muncul ketika aku bangun dari tempat tidur, langsung mencari-cari undangan yang disebut oleh Rosa.
Ternyata house-mateku menaruhnya di bawah tumpukan koran.
"Iya, aku post beberapa hari yang lalu. Harusnya sudah sampai tadi pagi."
"Oh, iya.. ada nih.. Undangan siapa sih ini?" kubuka undangan itu dan terkesiap melihat nama pengantin perempuannya.
"Rosa! Kamu mau married? Kenapa nggak pernah cerita di email? Ngagetin banget.." aku masih belum pulih dari keterkejutanku. Kulihat nama pengantin prianya, memang pria yang Rosa pacari dua tahun terakhir ini.

Rosa tertawa senang mendengar keterkejutanku. "Ca, itu undangan belum disebar loh.. Aku kasih kamu duluan sekalian bikin kejutan supaya kamu orang luar pertama yang tahu.." ucapnya senang.
"Ya ampun Sa.. Kamu hampir bikin aku jantungan, tau nggak?" ucapku tanpa bisa menyembunyikan kesenangan yang juga aku rasakan saat itu.
"Ca, aku lagi buru-buru nih.. Nanti aku kirim e-mail lagi yah.." Lalu Rosa mengakhiri percakapan singkat kami.