Handphone-ku bergetar.
Dengan enggan kubaca nama penelponnya Private number..
Setelah beberapa saat aku menimang-nimang, akhirnya kuputuskan untuk mengangkat telpon itu.
"Hallo." sapaku.
"Hallo Ca, ini Rosa."
"Rosa?" ucapku agak terkejut.
"Sudah terima undangannya?" tanya Rosa agak terburu-buru.
Suasana hiruk pikuk di sekitarnya terdengar samar-samar.
"Undangan?" Buru-buru aku berjalan ke arah meja ruang tamu, menahan rasa pusing yang langsung muncul ketika aku bangun dari tempat tidur, langsung mencari-cari undangan yang disebut oleh Rosa.
Ternyata house-mateku menaruhnya di bawah tumpukan koran.
"Iya, aku post beberapa hari yang lalu. Harusnya sudah sampai tadi pagi."
"Oh, iya.. ada nih.. Undangan siapa sih ini?" kubuka undangan itu dan terkesiap melihat nama pengantin perempuannya.
"Rosa! Kamu mau married? Kenapa nggak pernah cerita di email? Ngagetin banget.." aku masih belum pulih dari keterkejutanku. Kulihat nama pengantin prianya, memang pria yang Rosa pacari dua tahun terakhir ini.
Rosa tertawa senang mendengar keterkejutanku. "Ca, itu undangan belum disebar loh.. Aku kasih kamu duluan sekalian bikin kejutan supaya kamu orang luar pertama yang tahu.." ucapnya senang.
"Ya ampun Sa.. Kamu hampir bikin aku jantungan, tau nggak?" ucapku tanpa bisa menyembunyikan kesenangan yang juga aku rasakan saat itu.
"Ca, aku lagi buru-buru nih.. Nanti aku kirim e-mail lagi yah.." Lalu Rosa mengakhiri percakapan singkat kami.
it's all about vyna's world, tentang semua dunianya vyna, tentang apapun yang ingin di ungkapkan vyna dengan tulisan, tentang berbagai hal "aneh" dalam pikiran vyna yang ingin di share kepada warga Dunia ^_^v
Tampilkan postingan dengan label milist tetangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label milist tetangga. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Oktober 2011
5 Simple Rules to be Happy
^_^V
#5 simple rules to be Happy
Lima peraturan sederhana untuk hidup bahagia.
Lima peraturan sederhana untuk hidup bahagia.
Remember the five simple rules to be happy:Ingatlah lima peraturan sederhana ini untuk hidup bahagia.
1.Free your heart from hatred.Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Free your mind from worries.Bebaskan pikiranmu dari kesusahan.
3. Live simply.Hiduplah secara sederhana.
4. Give more.Berilah lebih.
Selasa, 20 September 2011
"Doa 20 september'11"
Tuhanku Yang Maha Lembut,
Entah mengapa hati ini memiliki kecenderungan
untuk kehilangan keseimbangan,
hampir segera setelah ia menemukan kedamaian.
...
Aku bekerja keras meluruskan pikiran
dan mengindahkan perilaku,
agar kedamaian menjadi isi hatiku.
Tetapi,
hati ini kembali gelisah tanpa penjelasan.
Tuhanku, Pendamai Hati-ku,
jika aku memang harus gelisah,
jadikanlah kegelisahanku ini
penyegera kenaikan derajatku.
Aamiin
MT
Minggu, 13 Maret 2011
Tita adikku, maafkan kakak.

Kulihat kembali tumpukan surat kabar di rak meja ruang tamu. “Kecelakaan Garuda Tewaskan Ratusan orang,” itulah topik yang selalu diberitakan dan menjadi hampir di semua surat kabar nasional yang terbit sekitar sebulan lalu. Tragedy itu jugalah yang menewaskan kedua orang tuaku dan membuat adikku satu-satunya terbaring koma sampai detik ini. Ada rasa sesal, sedih, kecewa, marah, dan benci yang teramat sangat. Kalau saja Tita adikku, tidak selalu merengek ingin liburannya ke Paris, pasti kecelakaan itu tidak akan membuatku, yang masih menjadi mahasiswa tingkat III, menjadi yatim piatu secepat ini.
Mungkin predikat anak sial yang kudeklarasikan untuk Tita memang tidak salah. Selama 15 tahun kurasakanbetapa bahagianya menjadi anak tunggal yang selalu dimanja. Orang tuaku yang merupakan pengusaha sukses selalu memberikan apapun yang kuminta. Tapi kehadiran seorang adik di tengah-tengah kami menjadikan hidupku berubah 180 derajat. Mama lebih memperhatikan Tita, dan menyuruhku selalu mengalah. Tidak hanya itu, kedua orang tuaku pun selalu membelanya meskipun jelas-jelas Tita-lah yang bersalah. Ibarat putri raja yang seketika menjadi anak tiri. Menyebalkan !!! Kebencian itu sudah kupupuk semenjak mama dinyatakan positif hamil. Dan setiap hari hanya stress yang aku rasakan bila sudah berada di dalam rumah, karena tidak ada sedetik pun yang terlewat bahi Tita untuk tidak mengganguku.
Minggu, 06 Maret 2011
Subhanallah, Manusia Sudah diciptakan Hebat Sejak didalam Kandungan
Pantas saja manusia mendapat julukan sebagai makhluk paling pandai diantara makhluk ciptaan Tuhan yang lain, rupanya proses pembelajaran ini sudah dimulai sejak dalam kandungan, janin ikut belajar pada bulan kedua dan ketiga, seperti di dalam ruang yang lebih canggih dari kelas mana pun di dunia. Berikut keahlian-keahlian bayi yang sudah dimiliki sejak dalam kandungan.
1. Kebiasaan Menghisap Jempol
Wajar jika kebanyakan bayi suka mengisap jempol, karena ternyata kebiasaan ini sudah dimulai sejak dalam kandungan. Refleks isap ini membantu bayi saat akan menyusu, maka ibu tidak perlu lagi memaksakan untuk menyodorkan puting. Keahlian mengisap jempol ini sudah mulai sejak minggu ke-19 karena otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik sehingga ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol.
2. Kebiasaan Berenang
Sejak bayi di dalam kandungan ia sudah terbiasa berada di dalam air selama 9 bulan, yaitu cairan ketuban. Bayi sedang senang-senangnya berenang di usia kehamilan 20 minggu. Saat ini bayi sedang membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu, mungkin karena panjangnya baru separuh dari panjang lahir dan beratnya baru sekitar 340 gram sehingga ia masih punya banyak ruang untuk berenang.
3. Kebiasaan Cegukan
Saat hamil, terkadang ibu merasakan gerakan continu di satu bagian perutnya. Bisa jadi saat itu janin sedang cegukan. Hal ini biasanya dirasakan sejak kandungan menginjak minggu ke-25. Hal ini menandakan bahwa janin sedang berlatih pernapasan. Saat ini janin menghirup dan mengeluarkan air ketuban, ketika air ketuban yang tertelan terlalu banyak maka ia akan cegukan. Hal ini sesuatu yang wajar.
Sabtu, 26 Juni 2010
Tentang Ramalan Golongan Darah di Jepang
SIFAT SECARA UMUM :
A : Terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (krn perfeksionis) yg kadang bikin org mudah sebel, kecenderungan politik: 'destra'
B: nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup, kecenderungan politik: 'sinistra'
O : berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yg detil, kecenderungan politik: 'centro'
AB : unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda, kecenderungan politik
Yg paling gampang ngaret soal waktu
1 B (krn nyantai terus)
2 O (krn flamboyan)
3 AB (krn gampang ganti program)
4 A (krn gagal dalam disiplin)
Yg paling susah mentolerir kesalahan org :
1 A (krn perfeksionis dan narsismenya terlalu besar)
2 B (krn easy going tapi juga easy judging)
3 AB (krn asal beda)
4 O (easy judging tapi juga easy pardoning)
Yg paling bisa dipercaya :
1 A (krn konsisten dan taat hukum)
2 O (demi menjaga balance)
3 B (demi menjaga kenikmatan hidup)
4 AB (mudah ganti frame of reference)
Yg paling disukai utk jadi teman :
1 O (orangnya sportif)
2 A (selalu on time dan persis)
3 AB (kreatif)
4 B (tergantung mood)
Kebalikannya, teman yg paling disebelin/tidak disukai:
1 B (egois, easy come easy go, maunya sendiri)
2 AB (double standard)
3 A (terlalu taat dan scrupulous)
4 O (sulit mengalah)
MENYANGKUT OTAK DAN KEMAMPUAN
Yg paling mudah kesasar/tersesat
1 B
2 A
3 O
4 AB
Yg paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga:
1 O (jago olah raga)
2 A (persis dan matematis)
3 B (tak terpengaruh pressure dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergoldar B)
4 AB (alergi pada setiap jenis olah raga)
Yg paling banyak jadi direktur dan pemimpin:
1 O (krn berjiwa leadership dan problem-solver)
2 A (krn berpribadi 'minute' dan teliti)
3 B (krn sensitif dan mudah ambil keputusan)
4 AB (krn kreatif dan suka ambil resiko)
Yg jadi PM jepang rata2 bergolongan darah :
1 O (berjiwa pemimpin)
Yg paling gampang nabung :
1 A (suka menghitung bunga bank)
2 O (suka melihat prospek)
3 AB (menabung krn punya proyek)
4 B (baru menabung kalau punya uang banyak)
Yg paling kuat ingatannya:
1 O
2 AB
3 A
4 B
Yg paling cocok jadi MC :
1 A (kaya planner berjalan)
Mahasiswa Tokyo Univ pada umumnya bergol darah :
B
MENYANGKUT KESEHATAN:
Rabu, 16 Juni 2010
Terima Kasih ya ALLAH...alhamdulillah..
Terima kasih atas hidup yang luar biasa ini.
Terima kasih atas detak jantung ini.
Terima kasih atas mata yang dapat melihat.
Terima kasih atas telinga yang dapat mendengar.
Terima kasih atas hati yang dapat merasa
Terima kasih atas tangan yang dapat mengenggam.
Terima kasih atas kaki yang dapat berjalan.
Terima kasih atas mulut yang dapat berbicara.
Terima kasih atas orang tua yang bijak.
Terima kasih atas sahabat yang setia menemani.
Terima kasih atas adik-adik yang penuh semangat.
Terima kasih atas orang-orang yang mencintaiTerima kasih atas saudara seperjuangan yang tak pernah letih.
Terima kasih atas makanan yang meredakan lapar.
Terima kasih atas selimut yang menghangatkan
Terima kasih atas atap yang melindungi.
Terima kasih atas pakaian yang menutupi.
Terima kasih atas udara yang kuhirup.
Terima kasih atas tanah yang kupijak.
Terima kasih atas burung-burung yang berterbangan.
Terima kasih atas bintang-bintang yang indah
Terima kasih atas matahari yang menyinari.
Terima kasih atas rasa cinta.
Terima kasih atas rasa sayang.
Terima kasih atas rasa kasih.
Terima kasih atas pengorbanan.
Terima kasih atas perjuangan.
Terima kasih atas air mata.
Terima kasih atas detak jantung ini.
Terima kasih atas mata yang dapat melihat.
Terima kasih atas telinga yang dapat mendengar.
Terima kasih atas hati yang dapat merasa
Terima kasih atas tangan yang dapat mengenggam.
Terima kasih atas kaki yang dapat berjalan.
Terima kasih atas mulut yang dapat berbicara.
Terima kasih atas orang tua yang bijak.
Terima kasih atas sahabat yang setia menemani.
Terima kasih atas adik-adik yang penuh semangat.
Terima kasih atas orang-orang yang mencintaiTerima kasih atas saudara seperjuangan yang tak pernah letih.
Terima kasih atas makanan yang meredakan lapar.
Terima kasih atas selimut yang menghangatkan
Terima kasih atas atap yang melindungi.
Terima kasih atas pakaian yang menutupi.
Terima kasih atas udara yang kuhirup.
Terima kasih atas tanah yang kupijak.
Terima kasih atas burung-burung yang berterbangan.
Terima kasih atas bintang-bintang yang indah
Terima kasih atas matahari yang menyinari.
Terima kasih atas rasa cinta.
Terima kasih atas rasa sayang.
Terima kasih atas rasa kasih.
Terima kasih atas pengorbanan.
Terima kasih atas perjuangan.
Terima kasih atas air mata.
Selasa, 11 Mei 2010
Negeri 5 Menara
http://kickandy.com/blackberry/index.php/detail/2010/05/14/1880/1/NEGERI-5-MENARA
Kisah lima sahabat yang sedang mondok di sebuah pesantren, dan
kemudian bertemu lagi ketika mereka sudah beranjak dewasa. Uniknya,
setelah bertemu, ternyata apa yang mereka bayangkan ketika menunggu
Azhan Maghrib di bawah menara masjid benar-benar terjadi. Itulah
cuplikan cerita novel laris Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang
menjadi topik Kick Andy kali ini.
Ahmad Fuadi yang berperan sebagai Alif di novel itu berkisah, ia tak
menyangka dan tak percaya bisa menjadi seperti sekarang ini. Pemuda
asal Desa Bayur, Maninjau, Sumatera Barat itu adalah pemuda desa yang
diharapkan bisa menjadi seorang guru agama seperti yang diinginkan
kedua orangtuanya. Keinginan kedua orangtua Fuadi tentu saja tidak
salah. Sebagai “amak” atau Ibu kala itu, menginginkan agar
anak-anaknya menjadi orang yang dihormati di kampung seperti menjadi
guru agama.
“Mempunyai anak yang sholeh dan berbakti adalah sebuah warisan yang
tak ternilai, karena bisa mendoakan kedua orangtuanya mana kala sudah
tiada,” ujar Ahmad Fuadi mengenang keinginan Amak di kampung waktu
itu.
Namun ternyata Fuadi alias Alif mempunyai keinginan lain. Ia tak ingin
seumur hidupnya tinggal di kampung. Ia mempunyai cita-cita dan
keinginan untuk merantau. Ia ingin melihat dunia luar dan ingin sukses
seperti sejumlah tokoh yang ia baca di buku atau mendengar cerita
temannya di desa. Namun, keinginan Alif tidaklah mudah untuk
diwujudkan. Kedua orangtuanya bergeming agar Fuadi tetap tinggal dan
sekolah di kampung untuk menjadi guru agama. Namun berkat saran dari
”Mak Etek” atau paman yang sedang kuliah di Kairo, akhirnya Fuadi
kecil bisa merantau ke Pondok Madani, Gontor, Jawa Timur. Dan,
disinilah cerita kemudian bergulir. Ringkasnya Fuadi kemudian
berkenalan dengan Raja alias Adnin Amas, Atang alias
Kuswandani,Dulmajid alias Monib, Baso alias Ikhlas Budiman dan Said
alias Abdul Qodir.
Kisah lima sahabat yang sedang mondok di sebuah pesantren, dan
kemudian bertemu lagi ketika mereka sudah beranjak dewasa. Uniknya,
setelah bertemu, ternyata apa yang mereka bayangkan ketika menunggu
Azhan Maghrib di bawah menara masjid benar-benar terjadi. Itulah
cuplikan cerita novel laris Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang
menjadi topik Kick Andy kali ini.
Ahmad Fuadi yang berperan sebagai Alif di novel itu berkisah, ia tak
menyangka dan tak percaya bisa menjadi seperti sekarang ini. Pemuda
asal Desa Bayur, Maninjau, Sumatera Barat itu adalah pemuda desa yang
diharapkan bisa menjadi seorang guru agama seperti yang diinginkan
kedua orangtuanya. Keinginan kedua orangtua Fuadi tentu saja tidak
salah. Sebagai “amak” atau Ibu kala itu, menginginkan agar
anak-anaknya menjadi orang yang dihormati di kampung seperti menjadi
guru agama.
“Mempunyai anak yang sholeh dan berbakti adalah sebuah warisan yang
tak ternilai, karena bisa mendoakan kedua orangtuanya mana kala sudah
tiada,” ujar Ahmad Fuadi mengenang keinginan Amak di kampung waktu
itu.
Namun ternyata Fuadi alias Alif mempunyai keinginan lain. Ia tak ingin
seumur hidupnya tinggal di kampung. Ia mempunyai cita-cita dan
keinginan untuk merantau. Ia ingin melihat dunia luar dan ingin sukses
seperti sejumlah tokoh yang ia baca di buku atau mendengar cerita
temannya di desa. Namun, keinginan Alif tidaklah mudah untuk
diwujudkan. Kedua orangtuanya bergeming agar Fuadi tetap tinggal dan
sekolah di kampung untuk menjadi guru agama. Namun berkat saran dari
”Mak Etek” atau paman yang sedang kuliah di Kairo, akhirnya Fuadi
kecil bisa merantau ke Pondok Madani, Gontor, Jawa Timur. Dan,
disinilah cerita kemudian bergulir. Ringkasnya Fuadi kemudian
berkenalan dengan Raja alias Adnin Amas, Atang alias
Kuswandani,Dulmajid alias Monib, Baso alias Ikhlas Budiman dan Said
alias Abdul Qodir.
Langganan:
Postingan (Atom)

