Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. . .
Bissmillahirakhmanirrahim,
Siang blogger, kayaknya memang sudah gak asing lagi kalau saat ini sudah trend pennyingkatan maupun perubahan kata-kata seperti AAMIIN, ALLAH SWT, DAN ASSALAMUALAIKUM menjadi lebih keren atau stylist atau bisa dibilang GAHOOLLL klo anak gaul bilang :D. Yah ada yang wajar sih, kalo penyingkatannya sedikit saja tanpa merubah makna, tapi kalau berlebihan dan merubah makna, aku rasa sudah saatnya untuk mengingat kembali mana yang benar dan bermanfaat, dan mana yang salah dan menyimpang. Nahhh, oleh karena itu, aku mulai nulis lagi blog ini, (maklum habis sibuk disebelah setelah 2 bulanan ini), langsung saja yuks, simak bagaimana yang benar dan bagaimana yang tidak disarankan, Cekidot....
Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi
============================================
Diantaranya ada yang menulis
"amin", "amiin", "aamin", "aamiin" bahkan tidak jarang juga ada yg menulis "Amien"
Seperti kita ketahui Lafaz Aamiin diucapkan didalam dan diluar salat, diluar salat, aamii diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain.
Aamiin termasuk isim fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengaa Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah).
Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah Subhanahu wata ’alaa.
Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain.
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata "AMIN" yaitu :
1. "AMIN" (aliF dan mim sama-samapendek), artinya AMAN, TENTRAM
2. "AAMIN" (alif panjang dan mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3. "AMIIN" (alif pendek dan mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
4. "AAMIIN" (alif dan mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI
Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan "Amien" ???