
Diikat Rampok di Pohon, Sedih Novel Coelho Melayang
Buku adalah jendela dunia. Berpedoman pada ungkapan tersebut, Luis Soriano mau bersusah payah ''menjajakan'' perpustakaan keliling desa, ditemani dua keledainya, Alfa dan Beto. Ritual yang dia lakoni tiap akhir pekan itu sukses membukakan wacana masyarakat miskin La Gloria di pedalaman Karibia, Kolombia Utara.
"Saya memulainya dengan 70 buku. Kini, buku koleksi saya sudah lebih dari 4.800 buah," kata Soriano sambil memasangkan kantong berisi buku di punggung dua keledainya akhir pekan lalu. Di antara kantong-kantong tersebut dia menyelipkan papan bertulisan Biblioburro warna biru. Koleksi buku yang dia pilih sore itu, antara lain, adalah Anaconda karya Horacio Quiroga dan Jungle Book karangan Rudyard Kipling.
Selain buku-buku fiksi yang banyak disukai remaja dan anak-anak pedalaman, pria 36 tahun itu juga membawa buku-buku penunjang pendidikan. Salah satunya kamus bahasa Spanyol, Dictionary of the Royal Academy of the Spanish�Language. "Semuanya berawal dari kebutuhan, yang lantas meningkat menjadi kewajiban, dan selanjutnya menjadi kebiasaan. Sekarang, ini merupakan sebuah lembaga," papar Soriano.
Di rumahnya, tumpukan buku yang dikoleksi bapak tiga anak itu sudah hampir menyentuh atap rumah. Sebagai guru yang bertekad kuat mencerdaskan bangsa, Soriano tidak pernah berhenti menjajakan buku-buku koleksinya untuk dibaca warga.